Arsip

Archive for the ‘DiamItuGakEnak! Zine’ Category

HARD LEVEL!

Hard Level!

 


 

Kadang kita selalu dihadapi oleh berbagai aral sepanjang perjalanan kita menempuh tujuan. Sayangnya, yang paling sering terjadi, kita selalu merasa lemah dan tak mampu untuk menghadapi halangan  tersebut seraya mengambil langkah mundur : putus asa, menyerah, berhenti.

Padahal segala halangan dan rintangan merupakan sebuah tantangan bagi seorang pejuang. Yang semakin lama dia menempuh perjuangannya –seharusnya- akan semakin beragam dan sulit pula tantangannya.

Seorang samurai besar pasti akan merasa harga dirinya direndahkan apabila pihak lawan lebih memilih menerjunkan seorang bocah untuk menjadi lawan tandingnya. Bagi dia yang sudah berada di level jauh lebih tinggi dibandingkan bocah yang bahkan belum kuat untuk memegang katana itu, akan merasa lawannya tidak sepadan dan tidak pantas berhadapan dengannya. Karena, buat apa selama ini dia berlatih dan mengalahkan berbagai samurai lain yang hebat, hanya untuk dihadapkan dengan hal remeh temeh, yang bagi dia merupakan sesuatu yang sepele.

Sama halnya pula, kita mungkin pernah bermain game dan saking keranjingannya kita berhasil sampai level sangat tinggi yang sulit dicapai. Namun, suatu saat dalam level yang tinggi kita malah mendapati permainan itu semakin mudah, bukankah membuat kita malah menjadi kurang bersemangat untuk meneruskannya?

Kita mungkin akan berseloroh.. “halah..! musuh di level satu buat apa muncul lagi dilevel lima puluh ini..? terlalu mudah! Gak ada yang lebih menantang nih..?!” tentunya kita akan menuntut tantangan yang lebih sulit dari tantangan yang biasa kita hadapi. Tantangan yang akan melatih kita menjadi professional  dalam permainan itu. Yang menjadikan kita master dan berhasil menempuh level-level berikutnya dengan skill yang sudah terasah tajam dari level permainan sebelumnya.

Ego akan menuntut pemuasan..

Lantas, kenapa? kenapa kita selalu merasa paling melarat didunia saat tantangan itu muncul dalam kehidupan nyata? Kenapa kita cengeng saat ujian yang sebenarnya adalah tantangan dan harus kita selesaikan untuk menaikan derajat (level) kita itu muncul? Kenapa kita membanci jikalau tantangan itu menguras harta benda, dan mungkin bahkan fisik yang selama ini sangat penting bagi kita?..

Sedangkan disaat kondisi kenasiban kita stabil dan adem ayem, kita selalu bergombal ria ingin menjadi seorang pejuang muslim yang tangguh dan mengharap ditinggikan derajat sehingga pantas disejajarkan dengan para sahabat.. Kita asik bermimpi ria mendapatkan hadiah yang terbaik di surga atas semua perjuangan yang selama ini sudah kita rasakan puas.

Padahal tidak ada jalan lain untuk menaikan level selain menaikan taraf kesulitan dilevel. Apa bedanya kalau level sebelumnya tidak berbeda dengan level sesudahnya..?

Mana mungkin Allah menguji ‘orang besar’ dengan ujian yang ‘kecil’?

“Apakah kamu mengira akan dibiarkan begitu saja, padahal belum terbukti bagi Allah orang-orang yang berjuang diantara kalian?” (QS.At taubah [9]:16)

Ujian merupkan jalan bagi seorang mukmin mendapatkan identitas kesejatiannya. Ujian yang bertubi dan meningkat merupakan hiasan perjalanan dakwah Rasulullah, para sahabat, tabi’in, tabi’at, tabi’in tabi’at dan seluruh pejuang islam. Ujian merupakan komponen dalam kurikulum ketaqwaan. Ujianlah yang menjadikan  seseorang tangguh dan membentuk diri hingga pantas disebut ‘pejuang’ dengan embel-embel ‘sejati’ karenanya..

Kemudian apakah sekarang kita masih takut dengan ujian yang sebenarnya tantangan itu??

Sabar, tawakal, dan terus berusahalah teman.. dan daki level-level itu secara perlahan..

“Allah tidak akan memberikan beban (taklif) kepada seseorang diluar batas kemampuannya” (QS.Al Baqarah [2] :286)

“Hai orang-orang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad [47]:7)

(akb)(28-10-2010)

Obral Onderdil Tubuh

DIGEZ (Diam Itu Gak Enak Zine) edisi 06

Obral Onderdil Tubuh


Siapa bilang dosa itu hanya diperoleh akibat perlakuan maksiat yang dilakukan oleh pribadi  masing-masing. Karena perbuatan munkar yang dilaksanakan, atau melanggar dengan sengaja hal yang jelas dilarang oleh Allah, lantas jelas langsung mendapat dosa.. Dan ternyata tidak hanya begitu saja sebuah aktivitas seorang makhluk untuk mendapatkan dosa.

Buktinya setiap berkendara dijalan raya, setiap orang bisa saja panen dosa dengan gampangnya walau itu tidak ia inginkan. Lihat aja, baru berkendara sebentar menuju kampus, aduhai.. sudah tertatap dengan terpaksa onderdil-onderdil body wanita yang dandanannya kayak cewek sedia diperkosa..

Paha-pinggul-lengan mulus diobral kayak dagangan di etalase. Sliweran kesanakemari hanya memakai hotpants yang sebenarnya lebih cocok jadi kolor anak TK masih ingusan. Atau tanktop yang lebih cocok dipakai adik perempuannya yang masih ngomong a-i-u-e-o.. Eh, tapi malahan dipake sama wanita dewasa badan gede yang sudah jelas-jelas terlampau masa baligh.

Mau tutup mata, agar tak melihat yang haram tersebut, sialnya malah takut kecelakaan. Mau gak dilihat, kadang malah motor kita yang dibalap sama cewek-cewek baju minim tersebut. Ya jelas lah tertatap lagi.. Bagi yang bejad sih nganggap rezeki refresh cuci mata. Namun bagi seorang yang paham, bahwa mati selalu bisa datang kapanpun, yang ia tatap tersebut dianggap sebuah racun. Yang tanpa sadar menambah koleksi dosa pada diri manusia ,tempat salah dan khilaf ini.

Bahkan seorang imam mazhab pernah hapalannya terhilang dari ingatannya akibat tidak sengaja melihat betis seorang wanita saja. Bagaimana dengan kita? Generasi manusia sekarang yang pantas saja sangat sulit sekali untuk menghapal al qu’an atau al hadist, soalnya tiap hari mengkonsumsi pemandangan peng-gugur hapalan tersebut. Lebih dari melihat sekedar betis  wanita saja loh..

Jadi teringat slogan di sebuah majalah zaman dulu yang isinya ‘bagaimana angka perkosaan akan turun, kalau rok anda semain naik?’ dan itu sangat terbukti sekali sekarang! Hanya dalam satu detik saja didunia ini terjadi lebih dari 3 kasus perkosaan. bayangkan saja dalam satu hari, berarti ada berapa perkosaan..? GILA!

Bingung aja sih.. kenapa ya para wanita yang suka pake pakaian sepoi-sepoi tersebut hobi banged ngobral auratnya..? bukankah hal tersebut sebuah perilaku murahan, Sebuah perilaku yang memalukan, yang seharusnya auratnya itu dijaga agar ekslusif, malah dipertontonkan gratis kepada setiap orang begitu.. Bukankah barang yang obralan itu konsumennya berbeda dengan konsumen barang ekslusif. Maka wajar aja kalau lelaki yang bakal jadi jodoh sigadis tersebut, imannya berbeda kualitas sama lelaki yang menikahi wanita yang sopan dan menjaga erat aurat.

Bukankah muslim yang baik-baik akan pula mendapatkan pasangan yang juga baik-baik..?

Kalau begitu, perbaikilah dulu akhlak kita kalau ingin mendapatkan pasangan yang juga pula berakhlakul karimah..

***

Kemarin 1 desember baru saja terlewat hari AIDS sedunia. Yang rame tiap tahunnya saat momen tersebut adalah kampanye penggunaan kondom, dan lakukan perilaku seks aman.

Namun, yang jadi pertanyaan seks aman itu yang kayak gimana? Apakah pake kondom, kemudian serta merta jadi aman mau ngeseks sama siapa aja? Sama pacarnya atau pelacur penyakitan sekalipun? Bagaimanapun, yang namanya freeseks itu pasti tidak aman! Tidak aman dari penyakit, maupun tidak bakalaan aman hidup didunia dan akhirat karena dilaknat oleh Allah!.

Islam itu solusi konfrehensif, dan tidak membingungkan bung! Mau yang aman menyalurkan naluri mempertahankan hidup, ya dengan nikah! Bukan pake kondom. Apalagi dari penelitian Carey (1992) dari Division of Physical sciences, Rockville, Maryland, USA virus HIV itu dapat menembus kondom. Soalnya pori-pori kondom itu ukurannya 1/60 mikron dalam keadaan tidak merenggang, dan dalam keadaan merenggang ukuran lebar pori-pori tersebut bisa 10 kali. Sedangkan, ukuran virus HIV sendiri adalah 1/250 mikron. Demikian jelas aja virus HIV leluasa dapat menembus pori-pori kondom.

Jadi mau mengandalkan kondom untuk maksiat aman..? gak bakalan!

Habis itu.., yang namanya aurat itu jelas dalam islam. Laki-laki dari udel sampai dengkul. Sedangkan perempuan auratnya itu seluruh tubuh, kecuali muka, tangan dan kaki.

Jadi gak usah belaga bingung mau nentukan porno itu seperti apa. Mau bikin undang-undang anti pornografi-pornoaksi aja berbelit menentukan definisi porno, dan mesti dirundingkan di DPR dulu, disahkan DPR dulu.. Kalau begitu, itu  jelas sekali men’jambret’ kedaulatan Allah sebagai pembuat hukum dan aturan manusia didunia! Mana pantas ciptaan mau melawan Sang Pencipta nya..? apalagi mencoba melawan dari aturan yang sudah digariskan oleh Sang Pengaturnya, Allah SWT.

Huff.. Berarti demokrasi menempatkan anggota dewan perwakilan rakyat lebih tinggi posisinya dari pada Allah, Sang pencipta segala kehidupan dong..!. Apalagi dengan demokrasilah, menjadikan pendapat ulama disejajarkan dengan pendapat pelacur, atau para bangsat-bangsat dunia. Karena dalam demokrasi suara terbanyak itu suara Tuhan. Suara mayoritas menentukan kebijakan. Tidak dikenal pendapat berargumentasi yang patokannya halal-dan haram. Pokoknya menurut voting pendapat siapa yang paling banyak dipilih, maka pendapat itu yang dianggap baik. Walau kebijakan itu adalah melegalkan lokalisasi dolly tetap ngetren di Surabaya sebagai lokalisasi terbesar se-asean.  Weleh-weleh..

Akibat semua ini sebenarnya adalah sekulerisme dan liberalisme. Sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan) menjadikan seorang muslim apatis dan tidak peduli lagi dengan aturan dan hukum-hukum islam yang sebenarnya mengatur segala keseluruhan aspek kehidupan. Islam kini hanya diletakkan sebagai pemuas spiritual dan ibadah mahdah belaka. Namun, dalam urusan ekonomi, pergaulan, pendidikan, politik, dan lainnya, … aahhh islam gak usah dulu lah!

Liberalisme (paham kebabasan yang keterlaluan), pun sama pula mengacaukan pemikiran umat. Dengan slogan-slogan manis ‘HAK ASASI MANUSIA’ maka manusia menganggap membebaskan diri dari keterikatan atas segala peraturan. Bebas berpendapat walau itu melecehkan islam. Bebas berekspresi, walau itu telanjang ditempat umum (kayak di jerman yang sering ada pawai kelompok masyarakat nudis. Kalau di lingkungan kita, ya kayak cewek-cewek obral onderdil tubuh tadi..). bebas berpindah-pindah agama. Dan bebas-beas yang lainya pula..  Pokoknya menjadikan hidup sebabas mungkin. Tanpa keterikatan secuilpun aturan, itulah makna kemerdekaan hakiki bagi mereka..

Padahal JELAS, kita ini dihidupkan/berasal dari Allah. Dan kelak MATI akan kembali ke akhirat Allah. MAKA tentu saja, kita selama didunia harus patuh, tunduk , dan menjalankan secara total segala yang Allah perintahkan, dan menjauhi segala larangannya! Supaya pas diakhirat kita bakalan nyemplung kesurga-NYA, bukan malahan kejeblos tempat mengerikan yaitu neraka-Nya.

Tak ada kebebasan total. Kalau ada apakah mau saudara kalian (misalnya)  dibunuh seenaknya oleh saya atas nama kebebasan bertingkah laku..?! hayoo. Gak boleh protes loh. Kan liberal…

Yah.. dan begitulah. Hanya satu solusi yaitu ISLAM. Yang bakalan memanusiakan manusia sesuai kodratnya. Dan memoderenkan kehidupan dalam arti sesungguhnya yaitu kemajuan taraf berfikir manusia sebagai makhluk yang berakal. Bukan malah perilaku yang mendekati binatang disebut modern. Kalau tetap begitu, takutnya dimasa depan bukan hanya obral onderdil pake tanktop dan hotpants aja lagi yang ada dijalanan. Tapi malahan lebih parah, manusia kemana-mana telanjang bulat dan cuma pake kondom aja.. Wakkks tambah dosa gampang banged dong!!! (pahlawan kesiangan)

Categories: DiamItuGakEnak! Zine