Arsip

Archive for the ‘ngasal..’ Category

Sarimin VS Jason Bourne

27 November 2010 2 komentar

Sarimin VS Jason Bourne


teng-teng dung-dung..!

teng dung – teng dung..!

Hah! Gue pun terbangun kaget setelah sesaat tertidur sebentar disiang itu. Kaget, bukan karena pas gue bangun ada bencong lagi meluk gue. Tapi kaget, karena bunyi aneh yang tiba-tiba terdengar keras di sebelah kontrakan, tepatnya rumah tetangga cat abu-abu yang didepan rumahnya ada pohon mangganya itu..

‘Lah emangnya ada apa dengan pohon mangganya?’

Yaa.. gak ada apa-apa sih..

‘Terus..kenapa dong jadi harus menjelaskan di depan rumah tetangga ada pohon mangganya?’

Hehe.. kalau bilang ada jemurannya, nanti kamu malah nanya deh..  apaan aja yang lagi ngegantung di jemuran itu..!

‘Oh.. gitu ya? Oke deh.. tau aja deh maksud eiyke..’

Kembali ke asal suara yang memecahkan keheningan tidur siang abang tadi..

Ternyata suara itu berasal dari pentas topeng monyet yang sengaja disewa tetangga buat mentas dan menghibur anak-anak komplek. Anak-anak yang gue liat begitu girangnya kedatangan si Sarimin (nama default buat monyet yang atraksi) tersenyum sumingrah persis kayak mahasiswa yang bahagia saat dengar kuliahnya diliburkan. Read more…

Refleks against Refleks

Refleks against Refleks

 



Alkisah disuatu pagi minggu, gue lagi asik berkendara dengan manisnya..

Berangkat dipetangnya pagi dengan irama tarian rintikan gerimis, menuju kota Banjarmasin seorang diri..

Sepanjang perjalanan diawali dengan suasana asoi geboy..  menghirup udara segar yang merfresh paru-paru, melalui berbagai pemandangan unik, melalui senyuman acil penjual bensin eceran, dan juga bermacam burung-burung genit yang berkeliaran mencari makan.. Saat itu semuanya nampak mengalir ramah bagai lagu balada sang pengelana.. Tak ayal tembang klasik Lemon tree pun mengalun dari bibir gue yang seksi..

“I wonder how.. I wonder why..  yesterday you talking about a blue blue sky.. and all that I can see.. it’s just the yellow lemon tree…”

Yeahh.. Bagi gue saat berkendaraan jauh  merupakan momen yang tepat melepas kepenatan sisi hidup  yang lain.. Saat itulah gue bisa menikmati perubahan waktu. Karena ditengah perjalanan itu lah gue bisa merenung, gue bisa memikirkan perencanaan hidup, bisa juga mikirkan bahan tulisan, bikin lirik lagu serampangan, atau dengarkan lagu di earphone sambil membayangkan jadi model video clipnya. Hehe..

Namun seperti biasa, kestabilan kisah ini tidak bertahan lama.. Saat gue masih berkendara dengan seimut-imutnya tiba-tiba suasana kemudian berubah mencekam!

Secara mengejutkan, sebuah motor yang ditumpangi sepasang suami-istri terlihat memblokir ditengah jalan. Kontan, gue panik setengah ganteng! Hah?! Apa yang terjadi? Apakah kedua orang tua tersebut merupakan orangtua dari gadis yang menjadi korban ulah pria-pria gombal? Yang telah menghamili anak mereka diluar nikah, kemudian mentelantarkan anak mereka..? waduh..! Tapi gue kan belum pernah ngehamilin anak orang.. apalagi anaknya bapak-ibu tersebut. Gue sumpah cuma mau ngehamilin anak mertua gue. Tapi kesalahan apakah yang membuat gue jadi dihadang begini sama mereka..? Apalagi kalau motor si Bapak itu tetap ditengah jalan, bisa-bisa gue jadi nabrak mereka, jebbreet!!

Suasana berubah genting, gue pencet tombol klakson, yang sayangnya gue sendiri  lupa kalau klakson dimotor gue udah lama rusak!. Gue lupa berkali-kali lupa mau beli klakson angin tenoot.. tenoot ala paman pentol yang hemat listrik buat di pasang di motor! Gimana nih..?

(sebenarnya waktu saat itu sangat pendek, tapi di dramatisir kayak kartun tsubasa mau nendang bola. Hehe..)

Namun Allah tetaplah yang Maha Keren, Alhamdulillah.. orang Keren kayak gue dengan kemurahan-Nya diselamatkan dari –hampir terjadi- tabrakan maut tersebut. Gue berhasil menghindar.  Padahal sedikiiiit lagi menghantam ban depan motor bapak tersebut. gue berhasil..! namun saat itu perasaan lega hanya terasa sesaat sampai rasa geram mengambil alih hati ini.

Gue yang saat itu terkondisi jantung berdegup keras memalingkan muka kearah mereka, dan dengan ‘panas’nya melepaskan emosi dengan nyaring “hhhhhaaah!!!”

Orang di sekitar kontan memperhatikan, bapak-ibu tadi pun dengan muka tak kalah terkejut memandang tanpa ekspresi karena ikutan shok (bisa jadi shok karena keget ada muka pembunuh mau nabrak mereka). Saat itu, orang memang tidak melihat ekspresi wajah gue karena tertutup kaca helm, namun dari nada emosi penekanan, mereka yang mendengar mungkin bisa merasakan kegeraman gue saat itu..

Gue ngaku bergeram ria seperti itu memang tidak pantas dilakukan. Guepun bersyukur sekali saat selamat dari kemungkinan tabrakan maut tersebut. beristighfar berkali-kali sepanjang perjalanan, dan mengurangi kecepatan motor. Gue pun merasa berdosa sekali membentak dan berharap orang yang dibentak ketakutan dengan bentakan tersebut.

Tapi syukurnya pada saat itu umpatan kasar tidak keluar dari mulut gue. Umpatan kata-kata kotor yang kalau kita ucapkan pada saat SD dulu mungkin segera dijewer oleh guru kita, kata-kata yang kalau kita ucapkan ke seorang tentara membuat pipi merah-biru, kata-kata yang kalau kita utarakan ke dosen berefek nasib nilai kita nasakom.

Gue senang refleks gue saat mendapat musibah yang terucap adalah istighfar. Tidak seperti dulu zaman masih hobi menggunakan kata-kata tersebut sebagai pelengkap kalimat keseharian. Kata-kata yang mudah dan enteng gue lepaskan sehingga mencabik-cabik hati yang mendengarnya. Semacam “bungul”, “bangsat”, “kampret”, “anjing”, “babi”, dan berbagai hewan kebun binatang berandalan lainnya yang menjadi bumbu kata-kata pergaulan sekarang.

Yah.. gue sudah lama mencoba tidak menjadikan kata-kata tersebut refleks dari omongan yang dibicarakan. Setidaknya itu gue tinggalkan setelah menyadari penggunaan diksi sangat bisa mempengaruhi untaian kalimat yang diutarakan. Gue ingat, dulu saat masih kelas satu SMA, yang dengan kasarnya mengucapkan kata “brengsek!” kepada seorang teman perempuan, yang ternyata itu membuat dia menangis karena sakit hati. Sampai gue ingat saat itu dikecam oleh satu kelas akibat diksi kata-kata yang tidak pantas dipilih.

Diksi yang kita ‘rekrut’ untuk menjadi susunan kalimat bisa membuat penekanan yang menjurus pada maksud yang berbeda. Memanggil seseorang dengan “pian..” akan terasa lebih halus dan hormat dibandingkan memanggil seseorang dengan “nyawa!”. Makanya pantas banyak yang mengatakan lidah itu lebih tajam dari pada pedang. Lebih sangar dari pada pemicu nuklir. Dan lebih mengerikan dari pada upil (lebay..).

Lidahlah yang bisa membuat dua kampung saling serang karena dimulai dari cekcok mulut, lidahlah yang bisa membuat seorang benci atau tidak dengan sang pemilik lidah, dan mungkin lidahlah yang membuat ayam tetangga mati karena kalau mandi gue selalu nanyi gak karuan..

Hati-hati dengan kata-kata yang ternyata menjadi refleks dan kebiasan omongan kita. Hati-hati pula, kalau ternyata kata-kata yang menjadi refleks itu adalah kata-kata kasar dan tak pantas diucapkan. Lawan dan penuhi refleks ‘kotor’ kita itu dengan kata-kata yang enak didengar, kata-kata yang sopan, kata-kata zikir, dan kata-kata salam. Karena ibarat air kotor dalam gelas, dapat kita murnikan dengan memenuhi gelas tersebut lagi dengan air jernih hingga air kotornya meluap keluar.

Gue jadi ngeri aja seandainya selama didunia kita terbiasa menggunakan kata-kata anjing, babi, monyet, kera, kampret, bangsat, dll. Sehingga kata-kata itu menjadi refleks dari kelatahan kita.. Bagaimana nanti ketika kita dialam kubur ditemui tiba-tiba oleh malaikat, dan karena kita terkejut refleks keluarlah kelatahan kita “eh kampret..! eh kempret..!”.

Dan akhirnya, “cetar..!!!” suara cambuk..

Hehe, mau? Jaga mulut, jaga hati..

(akb, 4-10-2010)

Zine!

ZINE!


Ingin coba sesuatu yang meluap-luap?

Bikin tulisan asik dengan tema perubahan  Dengan sasaran targetnya  adalah teman, keluarga, kampus, masyarakat, pemerintah atau Negara. Terus, sebarkan tulisan kamu itu dalam bentuk selebaran gelap, yang untuk murahnya bisa diperbanyak dengan cara fotocopy. Kamu berikan ke teman-teman terdekat, atau bisa diletakan secara sembunyi-sembunyi ditempat yang ramai dikampus, misalnya.

Kemudian setelah satu tahun rutin dikerjakan, coba amati orang-orang disekitar wilayah penyebaran selebaran kamu tadi.

Dan kalau terjadi perubahan sesuai yang kamu inginkan, maka bisa jadi kamulah SANG PERUBAH itu..!!

Salam revolusi!

(28-10-2010)

Air Putih

15 Juli 2010 2 komentar

Air Putih


Setelah, tangan saya di jamah-jamah dan di perhatikan sejenak.., Teman saya yang terapis dengan mantap menyimpulkan hasil diagnosisnya kalau saya tervonis menjadi manusia yang kekurangan mengkonsumsi air putih.

Yah.. wajar. Dan bagaimana tidak kekurangan air putih, kalau sehari-hari saya hobinya meneguk kopi terus. Bahkan rata-rata sehari bisa sampai 3-4 cangkir. Dan kalaupun tidak kopi, di kantin kampus atau rumah makan pasti minumnya teh hangat manis. Hehe

Tapi yang saya bingung bukan masalah kekurangan cairan jernih dalam tubuh  yang terlanjur terurus sembarangan ini. Namun, kenapa orang terbiasa menyebut air yang sebenarnya warnanya bening itu jadi air putih yang warnanya emang gak putih sama sekali..????

Hahay..! mungkin pertanyaan konyol saya memang gak berarti buat dibahas lebih serius. Apalagi mengharapkan menjadi pokok bahasan masalah dalam skripsi-skripsi atau tesis para akademisi kampus..

Kebiasaan salah penjulukan itu, kurang lebih kayak para aktivis yang selama ini teriak-teriak ‘Demokrasi itu sampah!’ atau di poster-poster yang tertulis ‘DEMOKRASI = SAMPAH’ padahal mereka sedikit keliru dalam pengaplikasian kata-kata.

Yang benar itu, demokrasi jelas bukan sampah, tapi LEBIH BURUK DARIPADA SAMPAH!. Kenapa??? Ya iyalah, sampah aja bisa bermanfaat lagi kalau bisa didaur ulang. Sedangkan demokrasi tidak ada manfaatnya sama sekali karena tak bisa di daur ulang sekalipun. Dan dengan begitu layak saja kalau dikatakan demokrasi lebih sampah dari pada sampah, lebih jelek dari pada sampah, lebih sangat tak ada gunanya sekalipun daripada sampah..

Ya gak?! Hehe

Intinya, mantapkan lagi kata-katamu!

11-07-2010, 14.40wita

*tulisan yang gak jelas banged… J



Sahur Vs Dinner

Sahur Vs Dinner

Makan malam yang dilakukan sebelum imsak adalah?

  1. a. Dinner
  2. b. Sahur

Pertanyaan itu gue baca dilayar tv di chanel RCTI, saat bulan ramadhan. Pertanyaan kuis yang katanya hadiahnya jutaan itu gue anggap aneh.

Kenapa? Soalnya mayoritas pasti akan menjawabnya ; B.Sahur

Loh? Emang kenapa? Emang iya itu jawabannya kan?!

Nah kan! Gue bilang apa.. pasti kita akan pangling dalam menawabnya..

Yang bener itu dinner! Soalnya pertanyaannya kan menanyakan makan malam. Sedangkan sahur itu makan pagi atau makan yang dilakukan dinihari. Bukannya malam itu adalah dari pukul 18 sampai pukul 24. Dan setelah pukul 00 sampai 9 itu disebut pagi..

Hayoo.. iya kan?!

(Hehe.. gue Cuma iseng nulis aja kok!)

[mksr 26/08/09 13:28 wita]

Categories: ngasal..

Petuah dari Negeri Mugabe

Petuah dari Negeri Mugabe

Di Afrika pada saat matahari terbit rusa-rusa sadar bahwa mereka harus mulai berlari lebih cepat dari singa yang tercepat atau mereka akan dimangsa hidup-hidup oleh singa.

Dan pada pagi hari yang sama, para singa sadar bahwa mereka harus mulai berlari lebih cepat dari rusa yang paling lambat atau mereka akan mati kelaparan.

Karena itu, tak peduli apakah engkau singa atau rusa, ketika matahari terbit sebaiknya engkau berlari! Ayo! (petuah dari negeri Mugabe)

{di copet dari blog nya divan semesta}

http://divansemesta.blogspot.com

Categories: ngasal..

CINTA KURANG AJAR

CINTA KURANG AJAR

bangun-hss-dgn-cinta

Apalah arti cinta kalau kita hanya bisa meminta?

Tanpa bisa memberi.

Sedangkan orang yang kita cintai mengeluh akan ke brengsekan kita.

Perlukah meminta kerelaan tubuh pasangan sebagai bukti cinta?

Perlukah mengobrak-abrik pasangan cinta kita dahulu, baru bisa di katakan cinta sejati?

Sebenarnya cinta adalah aktivitas personal.

Yang tak harus meminta timbal balik dari sasaran cinta.

Kalau cinta.. ya cinta.

Jangan mengharapkan apa dari orang yang kita cintai itu.

Tapi berikan usaha kita agar orang yang kita cintai tersebut bahagia.

Karena cinta itu perasaan hati yang bisa membuahkan tindakan pasti.

Untuk menunjukan cinta kita.

Dan..

sadarkah kita akan seseorang yang sangat mencintai kita semua sekarang ini?

Dia selalu memberikan segalanya miliknya darinya untuk kita setiap saat.

Dia tak pernah memintanya kembali.

Dia tak pernah meminta kita membayarnya.

Sungguh, pecinta sejati yang sangat..

ya,,

Dia lah Sang Pencipta kita.

Dzat yang sangat menyayagi kita.

Namun, dia juga sangat pencemburu.

Apabila kita menghianati cintanya dengan cinta yang berlebih dari cinta kita kepada-Nya.

Yang kita berikan ke orang lain.

Selain itu..

kita sebenarnya orang yang sangat kurang ajar.

Ketika kita di minta oleh Sang Pencipta kita untuk memakai aturang dari-Nya, untuk menjalani kehidupan,

kita malahan beralih dengan aturan lain.

Bahkan aturan yang kita ciptakan sendiri.

Oleh karena itu,

pantaskah kita sebagai seorang pecinta?

Betapa kurang ajarnya kita?

Betapa kurang ajarnya cinta kita….

22:26 wita.

(orang yang ngelantur gak bisa tidur)

Categories: ngasal.., puisi perjuangan

JANGAN DI BACA TULISAN ORANG NGELANTUR!!!!

JANGAN DI BACA TULISAN ORANG NGELANTUR!!!!

Haha…

Kutertawa

Melihat fakta

Di berita

Yang mencengangkan mata

Semua langka

BBM langka

Sembako langka…

Hihi..

Semua ini

Berita basi

Bagai kabut di pagi hari

Atau igauan yang menghias mimpi

Mungin daki

Di tubuh sapi

Orang gila

Berkata-kata

Dari pada pusing di ketik aja

Lebih baik ketawa

Bikin sehat jiwa

Dari pada cemberut

Kayak marmut

Lagi kentut…

20 : 44

(Orang gila)

Categories: ngasal..

1001 Alasan..

1001 Alasan..

Yo ikut gabung sekarang mau ga?

Ah.. entar deh, kan baru aja masuk. Gw mau adaptasi sama sekolah ini dulu.

Sekarang, gimana? Udah gak asing lagikan sama suasana sekolah ini?

Weits! Tunggu nanti. Gw lagi pusing ulangan-ulangan bulanan nih. entar deh semester berikutnya..

Ayo man! Udah siapkan??

Wah.. sory.. lagi berjuang supaya masuk kejurusan yang gw mau-in nih! Harus banyak belajar.

Selamat ya! Akhirnya kamu masuk juga kejurusan yang kamu mau-in. Jadi, sekarang bisa kan?

Bukannya ga mau sih.. tapi, gw di ajak jadi panitia ultah sekolah. Sibuk bener…

Udah selesai acaranya kan?? Yo..sekarang yo! Ikut ngaji sama kita-kita..

Bentar-bentar! Tanggung mau ujian kenaikan kelas nih. Gw, harus banyak belajar. kemaren kurang belajar pas jadi panitia.

Wah.. kita udah kelas dua belas nih. Mau lulus. Kapan nih bisanya? Biar gw urus..

Tunggu satu semester sampe karya tulis gw kelar deh.

Wah.. karya tulis lu tebel banged!! Eh.. ingat janjimu dulu nih?

Gw mau banged lho.. bener deh! Tapi, pikiran sekarang lagi gak enak nih. Standar UAN makin tinggi aja. Ngeri.. jadi lagi pusing belajar dulu..

Hebat…hebat… nilai UAN lu tinggi-tinggi!! Brilliant! Jadi, kita mulai sekarang ya…

Duh, gimana ya… lagi repot mau jadi mahasiswa baru nih.. entar deh.

…………….

…………..

Ehm.. insya allah belum telat kok kalau kamu masih mau mengkaji sekarang.. kita-kita masih mengharapkanmu..

Iya… aku tau kok. Tapi ini lho, cucuku banyak banged. Anak-anakku kan pada repot kerja. Jadi cucu ku di titipin ke aku. Gimana dong…

>>

Sejenak ku ratapi usiaku yang sudah lanjut. Sambil memandang semu pada keriputnya kulit wajah ini. Ternyata sekedar mengajak bergandengan tangan ke jalan mulia bukanlah perkara mudah. Betapa para manusia kini lebih tertarik melewati panjangnya usia dalam kemeriahan hura-hura, dari pada berfikir mengaggungkan din Sang Kuasa.

Betapa manusia lebih suka menunda untuk melakukan yang haq.

Padahal, kita semua tau..

Apa yang kita bersama citakan takkan tercapai apabila kita tak berjuang!

Apalagi tak memulainya sama sekali…

Categories: ngasal..