Arsip

Archive for the ‘puisi perjuangan’ Category

Jatuh Cinta

Jatuh Cinta


“aku sedang jatuh cinta..

rasanya sakit sekali.

Tapi aku ingin merasakan sakit selamanya…”

Mereka, para pejuang kebenaran adalah orang-orang yang paling romantis, betapa tidak? Hidupnya di kelambui cinta. Cinta akan kebenaran. Tak ada yang sanggup menandingi kesediaan mereka dalam berkorban demi cintanya akan kebenaran. Mereka sanggup menahan perih dalam mencinta. Dari telapak tangan mereka mengepul asap dan tercium bau hangus daging terbakar karena menggenggam bara kebenaran. Di dada mereka, mendidih magma cinta yang mengguncangkan sekelilingnya. Hatinya dibakar api rindu, rindu akan berkibarnya kebenaran bagi semesta alam.

Di rasuki cinta akan kebenaran. Sakit. Tapi ingin merasakan sakit selamanya…

Blog ini..,semoga bisa menjadi tanda cinta. Amin.

*Nyontek do OpenMind edisi 13.

Categories: puisi perjuangan

Sebuah Puisi Cerita Diri

Sebuah Puisi Cerita Diri

Kumulai puisi ini

dengan merenung diri

mengapa perjalanan hidup seperti ini

layaknya pecundang sejati

yang tak mempunyai harga diri

bagai seonggok bangkai babi

atau segumpal penyakit hati

iri atau dengki

yang menyelimuti diri

penuh dengan caci maki

sehingga bingung yang meresapi

di otak kanan dan kiri

sekali lagi..

mengapa ku seperti ini?!

Ini bukan curhat pribadi

hanya sebuah cerita diri

Menjalani hidup seperti tahi!

Yang buruk tidak suci

bahkan semua enggan mendekati

karna aku bagaikan tahi

apa yang ku cari..

hingga membiarkan diri seperti ini

seperti tuli

seperti mati

layaknya babi

layaknya tahi

apakah aku sudah benar-benar mati?!!!

kini ku bisa berhenti

bukan pecundang lagi

hingga suatu saat ku cermati

hingga suatu saat ku temui

pencerahan sejati!

Cahaya suci

yang membuka hati

perjuangan diri

membela di jalan illahi

tanpa rasa takut, akan benci

tanpa rasa takut akan mati

semua berani ku hadapi

inilah sebuah yang sejati!

Tak pernah lenyap maupun mati

semangat diri untuk terus berlari

bagaikan mimpi

ku bahagia sekali

ternyata dari semua ini

adalah kontribusi di akhirat nanti

di saat mengahadap sang Rabbi

akan memberatkan timbangan ku nanti….

22:03 Wita.

akbar khomeini sang pejuang sejati.

CINTA KURANG AJAR

CINTA KURANG AJAR

bangun-hss-dgn-cinta

Apalah arti cinta kalau kita hanya bisa meminta?

Tanpa bisa memberi.

Sedangkan orang yang kita cintai mengeluh akan ke brengsekan kita.

Perlukah meminta kerelaan tubuh pasangan sebagai bukti cinta?

Perlukah mengobrak-abrik pasangan cinta kita dahulu, baru bisa di katakan cinta sejati?

Sebenarnya cinta adalah aktivitas personal.

Yang tak harus meminta timbal balik dari sasaran cinta.

Kalau cinta.. ya cinta.

Jangan mengharapkan apa dari orang yang kita cintai itu.

Tapi berikan usaha kita agar orang yang kita cintai tersebut bahagia.

Karena cinta itu perasaan hati yang bisa membuahkan tindakan pasti.

Untuk menunjukan cinta kita.

Dan..

sadarkah kita akan seseorang yang sangat mencintai kita semua sekarang ini?

Dia selalu memberikan segalanya miliknya darinya untuk kita setiap saat.

Dia tak pernah memintanya kembali.

Dia tak pernah meminta kita membayarnya.

Sungguh, pecinta sejati yang sangat..

ya,,

Dia lah Sang Pencipta kita.

Dzat yang sangat menyayagi kita.

Namun, dia juga sangat pencemburu.

Apabila kita menghianati cintanya dengan cinta yang berlebih dari cinta kita kepada-Nya.

Yang kita berikan ke orang lain.

Selain itu..

kita sebenarnya orang yang sangat kurang ajar.

Ketika kita di minta oleh Sang Pencipta kita untuk memakai aturang dari-Nya, untuk menjalani kehidupan,

kita malahan beralih dengan aturan lain.

Bahkan aturan yang kita ciptakan sendiri.

Oleh karena itu,

pantaskah kita sebagai seorang pecinta?

Betapa kurang ajarnya kita?

Betapa kurang ajarnya cinta kita….

22:26 wita.

(orang yang ngelantur gak bisa tidur)

Categories: ngasal.., puisi perjuangan

Kepekaan sekitar…

Kepekaan sekitar…

foto14

Huh…

Kesibukan membuahkan kejenuhan.

Kadang jua peluh membasuh

Menguap aku di kendaraan,

Menandakan pikiran yang sudah berantakan..

Gelisah, gundah,

Inikah kehidupan?

Melihat insan yang menghamburkan kekayaan..

Di jalan yang sungguh sia-sia..

Seolah tak mengaktivkan indra kepekaan sekitar,

Hei kawan!

Apakah telingamu bergetar?

Apakah hatimu menangis?

Juga merasa marah..

Atau air matamu sudah mengalir?…

Banyak orang yang kelaparan bung!

Ibu hamil mati kelaparan!,

Anak kecil gantung diri karena kelaparan,

Tukang gorengan bunuh diri karena bingung cari hal untuk di kunyah..

Balita tak hentinya menagis karena tak tahan lambung melilit..

Dan, kalian tertawa kekenyangan??!!!

Ha..ha…!

‘ayam mati di lumbung padi’??

Kutau apa perbedaan diantaranya..

Antara istilah busung lapar dan busung kenyang…

Okey..

Mengingat perkataan gue yang sok’

Entah, dan terserahlah…

Aku hanya tak tahan apabila ‘mereka’ adalah saudara atau orang tua ku..

Yang ingin ku coba kini,

Aku tak ingin hanya diam melihat ketertindasan..

Juga,

tak lain karena aku tak bisa diam.

Semoga..

Khomeini,

(20:49 wita. Dengan penuh kemarahan dan kesedihan..)

Categories: puisi perjuangan

BERTAHAN..

21 Agustus 2009 2 komentar

BERTAHAN..

Fuh..

Ketika sebuah ketetapan Sang Kuasa tak dapat ditolak oleh gelengan kepala semata..

Ketika hati terguncah oleh opini iblis yang menyayat..

Ketika jiwa raga mu seolah tak dapat kau kendalikan hendak kemana..

Dan ketika saat itu pula, mulai, perlahan, semakin kau sadari..

Bahwa hidup kita dalam kehendakNya..

Sebuah kisah nyata menapaki jalan hidup perindividu..

Menggoreskan tinta nasip yang tak akan dapat terhapus oleh apapun.

Mencoba membekukan isi batok kepala mu!

Hanya senyuman sinis tanda kekalahan mu oleh takdir yang bersumingrah..

Berulang, kata dan pesan monoton ku dengar.

‘Sabar’… dan.. ‘inilah cobaan’..

Seolah password hidup yang ampuh untuk ditelan bagai pil obat..

Menentramkan akal dan jiwa yang gundah oleh penatnya keadaan..

Memfrezee sementara perasaan takut.

Oh.. inilah sebuah liku dan lika jalanan takdir ku..

Mencoba membuka harapan demi harapan yang muncul entah persekian waktu.

Kadang nyata.. kadang hanya sebatas fatamorgana pikiran yang melenakan..

Namun hanya janjiNya yang kusadari selalu!

Sebuah kepastian manifestoNya yang selalu menggariskan..

Ganjaran kenikmatan surga..

Bagi hambanya..

Yang apabila kelak masih bertahan pada ujianNya ini…

Semoga selalu bertahan..

Mapolresta Banjarbaru, 16.41 Wita

Seorang durjana menanti bebas..

Categories: puisi perjuangan

KADANG

21 Agustus 2009 1 komentar

KADANG

Kadang..

Sebuah pernyataan yang jujur terkunci rapat.

Namun,..

Mengapa rona iblis mu mudah terpampang..?

Seolah penjilat yang terputuskan urat malunya..

Kadang..

Kepastian akan aturanNya tak terragukan.

Namun,..

Mengapa tindakan syetan begitu mudah dilaksanakan..?

Bagai meneguk bir sambil memegang qur’an..

Seringkali..

Hormat tersikapkan pada Sang guru.

Sayangnya,..

Durhaka jiwa selalu muncul..!

Apakah engkau tak lebih hina?!

Menapik perasaan jiwa memunculkan kewajaran?

Genggaman jati diri,

Hilang keberhak-kannya..

Tak lagi dimiliki..

Hingga semua tahu..

Inikah sang pecundang yang tidak memiliki dirinya sendiri itu???!!

10-07-2009

15:31 Wita, menjelang Shalat Ashar

Categories: puisi perjuangan

MEMBUNCAH

21 Agustus 2009 1 komentar

MEMBUNCAH

Emosi yang stagnan

Pikiran yang terabsolut

Jiwa yang seolah terkekang

Raga yang semakin meradang

Luka yang tertanam dihati

Seolah kehidupan panjang yang terabstrak

Memandang jauh harapan

Kedepan tanpa makna yang pasti

Inilah keadaanmu!

Hey! Sadarlah inilah bagian mu!

Skenario hidup yang memang dan terpaksa kau pentaskan!

Walau dirimu membuncah untuk berontak.,,

Semakin memainkannya dengan terpaksa, maka..

Semakin kau sadari..

Yang punyai dirimu bukanlah dirimu…..

Yang berhak atas dirimu bukanlah kau dan isi batok kepalamu….

Maka dari itu,

Inilah pelajaran.

Inilah pengalaman.

Yang dikatakan oleh bapaknya Luqmanul Hakim, sebagai ilmu mahal tak tertandingi harganya…

Yang tak mudah kau peroleh seenak menggoyangkan kelingking lentikmu..

Dan itulah mengapa kita mesti menuruti apa keinginanNya..

Karna Dialah yang berhak atas kita!

Dialah yang Maha Kuasa segalanya..

Bukan aku, kamu, atau siapapun yang sebenarnya sama saja..

Sebagai manusia biasa…

Mapolresta Banjarbaru, 28 Juni 2009 ,16.53 Wita

Durjana yang mencari hikmah..

Categories: puisi perjuangan