<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Etalase Esai</title>
	<atom:link href="http://akbarlaksana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akbarlaksana.wordpress.com</link>
	<description>tulisan renyah bergizi tinggi..</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Apr 2012 14:35:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='akbarlaksana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Etalase Esai</title>
		<link>http://akbarlaksana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://akbarlaksana.wordpress.com/osd.xml" title="Etalase Esai" />
	<atom:link rel='hub' href='http://akbarlaksana.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menghapus Pragmatisme Mahasiswa</title>
		<link>http://akbarlaksana.wordpress.com/2012/04/22/menghapus-pragmatisme-mahasiswa/</link>
		<comments>http://akbarlaksana.wordpress.com/2012/04/22/menghapus-pragmatisme-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 14:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AkbarLaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[DAKWAH KAMPUS Magz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akbarlaksana.wordpress.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Menghapus Pragmatisme Mahasiswa  “Sadarlah wahai kawan mahasiswa, tugasmu bukan hanya belajar dari buku, tetapi tugasmu juga belajar dari realita, mencari sebab masalah begitupun solusinya..”. Diakhir-akhir bulan maret 2012 lalu, suasana politik diwarnai dengan hirukpikuk pro –kontra rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digelontorkan oleh pemerintah, dan ramai mendapat penentangan dari berbagai kalangan tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=320&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">
<p align="center"><strong>Menghapus Pragmatisme Mahasiswa</strong></p>
<p align="center"><a href="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2012/04/demo-mahasiswa-pragmatis.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-322" title="demo-mahasiswa-pragmatis" src="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2012/04/demo-mahasiswa-pragmatis.jpg?w=600" alt=""   /></a></p>
<p align="center"><em> “Sadarlah wahai kawan mahasiswa, tugasmu bukan hanya belajar dari buku, tetapi tugasmu juga belajar dari realita, mencari sebab masalah begitupun solusinya..”.</em></p>
<p>Diakhir-akhir bulan maret 2012 lalu, suasana politik diwarnai dengan hirukpikuk pro –kontra rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digelontorkan oleh pemerintah, dan ramai mendapat penentangan dari berbagai kalangan tak terkecuali para mahasiswa. Rencana kenaikan harga BBM pada 1 April yang diusung pemerintah itu memang akhirnya gagal. Betapa tidak? ribuan mahasiswa dan ormas-ormas dari berbagai kalangan telah mengadakan aksi besar-besaran menolak rencana kenaikan BBM tersebut, bahkan ditengah penyelenggaraan sidang DPR pada tanggal 30 Maret lalu di<em>panasi </em>dengan kepungan ribuan mahasiswa yang mengelilingi gedung DPR di Jakarta. Menolak, mengecam, membakar ban, bahkan berhasil merobohkan pagar gedung DPR-MPR RI yang tebal dan menjulang tinggi itu.</p>
<p>Memang, ribuan mahasiswa tergerak pada saat itu untuk turun menyuarakan keberatan mereka menentang rencana kenaikan harga BBM, dengan slogan-slogan variatif yang diusung pada poster, spanduk, dan yel-yel dijalanan, seperti  ‘Ganti Rezim!, Turunkan SBY-Boediyono!’ , ‘Turunkan BBM! Turunkan SBY!’, ‘Pemerintahan SBY – Boediyono Gagal!’, dan lain sebagainya. Namun pertanyaannya apa yang mendasari pergerakan mahasiswa tersebut? Idealisme atau Ikut-ikutan..?</p>
<p>Jika para mahasiswa yang turun kejalan, mengadakan kajian, dan menggelar diskusi-diskusi kemarin mengenai isu kenaikan BBM itu dikarenakan mereka telah mengindentifikasi fakta permasalahan (Root of Problem) secara konfrehensif, dan kemudian menemukan ketimpangan permasalahan disebabkan karena sistem yang berlaku saat ini memang tidak layak, maka pergerakan mahasiswa tersebut bergerak atas idealisme yang kokoh. Namun celakanya, kalau saja ada mahasiswa atau pergerakan mahasiswa bergerak menentang kenaikan BBM sekedar ikut-ikutan <em>mainstream</em> yang sedang popular, untuk mencari eksistensi, supaya keren, atau emosi yang haus kesejahteraan belaka, maka bisa dikatakan pergerakan dan tindakan tersebut hanyalah tindakan pragmatis, dan tidak memiliki nilai pergerakan yang kuat dan idealis melainkan hanya kepuasan bergerak sementara belaka.<span id="more-320"></span></p>
<p><strong>Mahasiswa dan Pragmatisme</strong></p>
<p>Mahasiswa dimanapun keberadaannya senantiasa menoreh sebuah rekam jejak fenomenal. Rekam jejak yang menjadikannya terus dikenang dalam sebuah bingkai perjuangan yang sulit terkikis masa dan waktu. Mahasiswa merupakan sebuah sosok yang selalu mewarnai arah perubahan negri ini. Tak lain karena telah melekat kuat pada gelar mahasiswa itu sendiri sebagai ‘agent of change’ yang memiliki peran besar dalam sebuah perubahan diwilayah mereka bergerak. Tentu sebuah realita yang tak tergantikan sampai kapanpun.</p>
<p>Gelar sebagai agen perubahan memang tepat pada sosok mahasiswa. Dengan kematangan usia dan cara berpikir, peran-peran yang dilakukan mahasiswa selama ini sebagai bagian dari elemen yang mengendalikan kondisi masyarakat (Social Contol), himpunan kekuatan moral (Moral Force), cadangan kekuatan (Iron Stock), dan sebutan romantisme lainnya menunjukan besarnya potensi yang dapat dilakukan mahasiswa dalam membentuk sebuah perubahan di negri ini.</p>
<p>Mengemban ideologi atau dasar peregerakan apapun mahasiswa tetap menghasilkan perubahan. Permasalahnya, perubahan kearah yang seperti apa..? perubahan kearah kebangkitan, atau malah perubahan negatif yang membawa masyarakat kearah keterpurukan yang semakin menukik tenggelam. Toh perubahan itu adalah sesuatu yang lumrah terjadi. Tak ada kondisi yang tetap didunia ini, karena yang tetap adalah gejala perubahan itu sendiri.</p>
<p>Keberadaan mahasiswa kini mulai terkikis oleh pragmatisme diri mereka sendiri. Idealisme mahasiswa yang selalu lantang diteriakan dalam aksi dan demonstrasi seolah menjadi usang. Usang dan terhantam oleh keusangan serta kekeringan ideologi pergerakan yang bergerak kearah nol. Apalah arti gemuruh lantang “HIDUP MAHASISWA”, apalah esensi idealisme mahasiswa ketika hari ini berbondong-bondong mahasiswa lebih suka duduk manis dalam acara talk show, komedi, atau dagelan politik ditelevisi. Ingatlah kawan.. perubahan fundamental yang kita harapkan, tidak akan pernah muncul dari layar flat televisi. Sementara itu intelektualisas kian tersudut dan tergantikan oleh aksi-aksi brutal khas mahasiswa, Bakar ban, bakar pos polisi, blokir jalan, lempar batu, tawuran, bentrok dengan polisi, robohkan pagar, semuanya menyisakan pertanyaan dalam benak rakyat yang menantikan peran kita, <em>“Apakah sebatas kegiatan brutal ini yang bisa dilakukan oleh mahasiswa..?”</em></p>
<p>Alhasil sampai sekarang pergerakan mahasiswa ternyata mandul dalam melakukan perbaikan, kalaupun ada hanyalah perbaikan secara parsial, tambal sulam lobang-lobang kecil bukan pada permasalahan akar (root of problem) yang sebenarnya menjadi sumber segala permasalahan dan problematika umat. Permasalahan korupsi, BBM mahal, tidak meratanya pendidikan, UU BHP, merajalelanya seks bebas, bertambahnya masyarakat miskin, baru sebatas permasalahan cabang. Mahasiswa semestinya mampu mengidentifikasi secara cerdas permasalahan akarnya yang menjadi sumber itu semua untuk dientaskan. Tak lain adalah permasalahan sistem, inti yang melahirkan permasalahan cabang itu semua.</p>
<p><strong>Hapus Pragmatisme, dengan Konsep Paradimatik</strong></p>
<p>Sudah sepantasanya orientasi pergerakan mahasiswa adalah untuk menumbuhkan kemampuan intelektualitas. Kemampuan yang bukan hanya memfokuskan pada kekuatan tetapi juga daya kritis untuk merespon isu-isu kekinian secara mendalam menggunakan pemikiran yang cemerlang. Disinilah mahasiswa harus mampu membaca fakta-fakta terkait problematika masyarakat yang sesungguhnya. Disinilah mahasiswa dituntut dengan kemampuan intelektualitasnya, untuk mampu mencari solusi.</p>
<p>Sesungguhnya, permasalahan utama yang mengakar dan menjangkiti saat ini adalah diterapkannya sistem hidup yang tidak sesuai fitrah tauhid manusia. Sistem kapitalisme-liberalisme yang mengakar pada sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan), menjadi pemicu hadirnya ketimpangan-ketimpangan ditengah-tengah masyarakat. Kebijakan dan aturan yang lahir dari sistem kapitalisme inilah yang menyulut kesengsaraan rakyat ditengah keringnya suasana ruhiyah beragama, -akibat sekularisme itu sendiri yang bersifat membuang aturan (syariat) agama untuk mengatur kehidupan.</p>
<p>Dengan pola hidup sekularistik inilah islam seringkali temarginalkan dengan perannya yang hanya sebagai penghias hidup belaka, sehingga ditengah-tengah kehidupan sekularistik ini juga lahir tatanan ekonomi yang kapitalistik, perilaku berpolitik yang oportunistik, budaya hidup yang hedonistik, kehidupan sosial yang egoistik dan individualistik, nilai-nilai agama yang sinkrestik, dan sistem pendidikan yang materialistik.</p>
<p>Dengan sekularisme yang menjadi inti aturan, maka hal-hal yang mengandung kebenaran sejati yaitu islam dan syariatnya hanya menjadi opsi (pilihan) dinegri ini, bukan menjadi sebuah kewajiban untuk segera diterapkan. Padahal telah nampak nyata kerusakan (fasad) dari sistem kapitalisme, sistem buatan manusia ini. Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Allah SWT: <em>“Telah nyata kerusakan didarat dan dilautan oleh karena tangan-tangan manusia”</em>(QS.Ar Rum : 41).</p>
<p>Maka permasalahan yang demikian besar ini hanya mungkin dihadapi melalui solusi yang paradigmatik dan integral, oleh karena kerusakan yang terjadi telah menyentuh semua sendi kehidupan manusia. Penyelesaian yang parsial (pragmatis) tidak akan menyelesaikan secara tuntas permasalahan tersebut. Bahkan sebaliknya bisa memicu problema baru yang mungkin tidak kalah gawatnya. Solusi paradigmatik dan integral yang dimaksud tidak lain adalah dengan cara menegakkan kembali seluruh tatanan kehidupan masyarakat dengan sistem yang sesuai fitrah manusia, yaitu syariat islam yang kaffah (konfrehensif, tidak setengah-setengah).</p>
<p>Harus ada perubahan secara sistemik dan paradigmatik dengan konsep akidah islam, dilakukan dengan langkah kongkrit yang tidak berbelit-belit –sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Oleh seluruh umat islam, termasuk mahasiswa islam!.[]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akbarlaksana.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akbarlaksana.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akbarlaksana.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akbarlaksana.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akbarlaksana.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akbarlaksana.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akbarlaksana.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akbarlaksana.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akbarlaksana.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akbarlaksana.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akbarlaksana.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akbarlaksana.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akbarlaksana.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akbarlaksana.wordpress.com/320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=320&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akbarlaksana.wordpress.com/2012/04/22/menghapus-pragmatisme-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2012/04/demo-mahasiswa-pragmatis.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">demo-mahasiswa-pragmatis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tweet @AkbarLaksana dari paradigma berfikir, NIC, sampai Bisyarah Khilafah</title>
		<link>http://akbarlaksana.wordpress.com/2012/04/01/tweet-akbarlaksana-dari-paradigma-berfikir-nic-sampai-bisyarah-khilafah/</link>
		<comments>http://akbarlaksana.wordpress.com/2012/04/01/tweet-akbarlaksana-dari-paradigma-berfikir-nic-sampai-bisyarah-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Apr 2012 14:15:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AkbarLaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel renyah]]></category>
		<category><![CDATA[Twit AkbarLaksana]]></category>
		<category><![CDATA[Bisyarah]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[NIC]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akbarlaksana.wordpress.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Tweet @AkbarLaksana dari paradigma berfikir, NIC, sampai Bisyarah Khilafah Saat ada seseorang yg berargumen maka analisislah paradigma brfikirnya.. &#8230;krna ia berargumen pasti sesuai padigma berfikirnya, apalagi kalau ia terkenal bukan sbagai orng yg suka ceplas-ceplos.. &#8230;dengan begitu engkau akan lebih bijak dlm memahami ssorang, dan mempermudah utk menemukan cara mengerakkan org tsb.. ..atau yg paling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=294&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Tweet @AkbarLaksana dari paradigma berfikir, NIC, sampai Bisyarah Khilafah</strong></p>
<p align="center"><a href="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2012/04/nic.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-295" title="NIC" src="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2012/04/nic.gif?w=600" alt=""   /></a></p>
<ol>
<li>Saat ada seseorang yg berargumen maka analisislah paradigma brfikirnya..</li>
<li>&#8230;krna ia berargumen pasti sesuai padigma berfikirnya, apalagi kalau ia terkenal bukan sbagai orng yg suka ceplas-ceplos..</li>
<li>&#8230;dengan begitu engkau akan lebih bijak dlm memahami ssorang, dan mempermudah utk menemukan cara mengerakkan org tsb..</li>
<li>..atau yg paling mudah kau akan menyimpulkan siapa org tsb dri carax brbahasax dan berfikirx. Seperti mnyusun puzzle..!</li>
<li>&#8230;Dalam kondisi yg lebih besar, kegiatan &#8216;menyusun puzzle&#8217; itu bs disebut analisis politik..</li>
<li>..analisis politik dimulai dari kegiatan mengamati berbagai kejadian2 dan memilah keganjilan yg terjadi..</li>
<li>&#8230;dari situ akan mengkerucut sebuah kesimpulan. Entah kejadian tsb direkayasa, atau efek domino dari rekayasa akar..</li>
<li>..rekayasa pasti tak lepas dari kepentingan yg merekayasa. Kita tinggal mencari apa tujuan dan motif rekayasa tsb..</li>
<li>..kmudian dgn mngatahui tujuan, motif (kepentingan) rekayasa kjadian tsb, tentu akan mprmudah mncari siapa dibalik rekayasa itu semua.</li>
<li>..dan itulah yg disebut dgn TEORI KONSPIRASI.</li>
<li>..dengan menggunakan TEORI KONSPIRASI , bahkan kita bs memprediksi kejadian / efek kejadian rekayasa apalagi yg akan terjadi kedepannya..<span id="more-294"></span></li>
<li>&#8230;kelompok yg biasa melakukan analisis konspirasi dgn keakuran tinggi tsb, biasa disbut dgn lembaga thinktank, dan intelijen top level.</li>
<li>..setiap negara memiliki mereka, bahkan dilembaga2 keamanan jg punya. Salah satunya punya AS ada NIC (The National Intelligence Council).</li>
<li>Dan pd November 2008 kmrn, NIC mengeluarkan dokumen Global Trends 2025: A Transformed World.</li>
<li>..Global Trends 2025 adalah laporan unclassified keempat setelah Mapping The Global Future 2020..</li>
<li>..laporanx mprediksikan bahwa tata dunia akan berubah, dari tata dunia yang berkiblat ke barat (AS) menjadi dunia tanpa barat..</li>
<li>Sekali lg, analisis konspirasi ialah utk mrangsang strategis berpikir ttg msa dpan dgn mngidentifikasi tren kunci, faktor2 yg mndorongnya..</li>
<li>..Pnelitian itu scr kseluruhan lebih mrupakan deskripsi faktor2 kmungkinan utk mmbentuk peristiwa dr prediksi apa yg sbenarx akan terjadi..</li>
<li>..Balik ke NIC, Sedikitnya ada empat point yang disampaikan NIC:..</li>
<li>1. Seluruh sistem internasional yang dibangun setelah perang dunia II akan mengalami perubahan (will be revolutionized)</li>
<li>2. Pengalihan kekayaan yg blm pernah trjdi sbelumx kurang lebih dr Barat ke Timur sekarang sdang brjalan akan trus brjalan dmasa mendatang.</li>
<li>3. Prtumbuhn ekonomi yg blm prnah tjd sbelumx, dtambah dgn 1,5 miliar org, akan mmberikan tkanan pd smber daya-trutama energi,makanan,&amp; air.</li>
<li>4. Potensi konflik akan meningkat krn sebagiannya terpengaruh pergolakan politik di Timur Tengah.</li>
<li>NIC mmberikan bbrpa deskripsi &amp;simulasi prubahan dunia dalam Global Trends 2025 dengan pendekatan deduktif namun terkesan sangat hati-hati.</li>
<li>&#8230;dalam Mapping The Global Future 2020 dengan sangat jelas menyebut new caliphate (Khilafah baru atau Khilafah kedua) sebagai berikut;</li>
<li>&#8220;Fictional Scenario: A New Caliphate. The fictional scenario portrayed below provides an example..</li>
<li>&#8230;example of how a global movement fueled by radical religious identity could emerge. Under this scenario, a new Caliphate is proclaimed..</li>
<li>..and manages to advance a powerful counter ideology that has widespread appeal.&#8221;</li>
<li>Nah jd, Inilah yg mnjdkn AS sngat paranoid &amp; ktakutan hingga kluarlh rekomendasi utk mmbuat kebijakan&#8221; guna mmbendung arus prjuangan itu.</li>
<li>Mereka lkukan brbagai cara serta mmbuat skenario bgaimana Khilafah tdk dpt berdiri lagi seperti sejarah sbelumx, sebagaimana dikatakan NIC:</li>
<li>&#8220;The scenario ends before the Caliph is able to establish both spiritual and temporal authority over a territory&#8230;.</li>
<li>&#8230;.which historically has been the case for previous Caliphates. At the end of the scenario, we identify lessons to be drawn.&#8221;</li>
<li>Isyarat kekalahan &amp; ambruknya barat (AS) dengan ditandai ambruknya kapitalis global adalah satu keniscayaan yang tidak dapat dihindari lagi.</li>
<li>Inilah babak akhir dunia tanpa barat. Sebagaimana dlm dokumen Global Trends 2025 mrk menyebutnya sendiri dgn &#8220;A World Without the West.&#8221;</li>
<li>Inilah babak akhir dari ideologi kapitalisme! Sbgmna dalam situsnya mrk mmpertanyakn sendiri dgn nada keputusasaan &#8220;&#8230; End of Ideology?&#8221;</li>
<li>Inilah babak akhir dunia sebelum nanti digantikan oleh Khilafah..!,</li>
<li>Sbagaimana mrk membuat statement di skenarionya pd Global Trends 2025: &#8220;&#8230; the new powers supplant the west as leaders on the world stage&#8221;</li>
<li>&#8220;&#8230; kekuasaan baru menggantikan barat sebagai pemimpin di panggung dunia&#8221;,</li>
<li>..dan kekuasaan itu adalah Khilafah yang dengan indah telah dikhabarkan oleh lisan Rasulullah Muhammad SAW berabad-abad silam:..</li>
<li>&#8220;&#8230;kemudian akan ada lagi masa kekhilafahan di atas manhaj Nubuwwah&#8221; (HR.Ahmad)</li>
<li>Jadi balik lagi keawal pembahasan, bagaimana dengan analisis politik Anda..?</li>
<li>Bagaimana dgn kita sbgai analis level lokal, sedangkan analis level dunia, bahkan Rasulullah memprediksikan akan kembali peradaban islam..?</li>
<li>Masihkan menganggap para muslim yg mprjuangkan syariah dan khilafah sbg perjuangan utopis, gak masuk akal, sia-sia belaka..</li>
<li>Maka inilah info yg bs sy smpaikan utk menguatkan argumen dan latar belakang mengapa bnyak yg memperjuangkan syariah &amp; khilafah.</li>
<li>Semoga kt semua brada dbarisan yg sama, bkan sekedar sbagai pnonton belaka. Karena ending ini semua sudah dipastikan oleh Allah &amp; Rasulnya.</li>
<li>Tanpa kita pun khilafah pasti akan tegak. Mari mengambil peran sebagai aktor-aktor yg memperjuangkannya.. Wallahu&#8217;alam <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p>Follow @AkbarLaksana for more..!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akbarlaksana.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akbarlaksana.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akbarlaksana.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akbarlaksana.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akbarlaksana.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akbarlaksana.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akbarlaksana.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akbarlaksana.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akbarlaksana.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akbarlaksana.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akbarlaksana.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akbarlaksana.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akbarlaksana.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akbarlaksana.wordpress.com/294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=294&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akbarlaksana.wordpress.com/2012/04/01/tweet-akbarlaksana-dari-paradigma-berfikir-nic-sampai-bisyarah-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2012/04/nic.gif" medium="image">
			<media:title type="html">NIC</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gak Mau Debus Itu Wajar Beibeh..! #POPCORNzine 12</title>
		<link>http://akbarlaksana.wordpress.com/2012/04/01/gak-mau-debus-itu-wajar-beibeh-popcornzine-12/</link>
		<comments>http://akbarlaksana.wordpress.com/2012/04/01/gak-mau-debus-itu-wajar-beibeh-popcornzine-12/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Apr 2012 14:11:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AkbarLaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai Gue]]></category>
		<category><![CDATA[POPCORN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akbarlaksana.wordpress.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[Gak Mau Debus Itu Wajar Beibeh..! &#160; Halooo apa kabar? Lama bener rasanya selebaran butut ini gak bermain-main dialam pikiran pembacanya, yang biasanya meletup-letup dengan berbagai ide dan celetukan menarik mengenai kehidupan sebagaimana jagung popcorn yang meletup saat dimasak namun nikmat saat disantap.. Juga dengan harapan hasil letupan pemikirannya bisa menjadi cemilan renyah menemani perjalanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=291&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><strong>Gak Mau Debus Itu Wajar Beibeh..!</strong></h1>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2012/04/debussss.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-292" title="debussss" src="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2012/04/debussss.jpg?w=300&#038;h=206" alt="" width="300" height="206" /></a></p>
<p>Halooo apa kabar? Lama bener rasanya selebaran butut ini gak bermain-main dialam pikiran pembacanya, yang biasanya meletup-letup dengan berbagai ide dan celetukan menarik mengenai kehidupan sebagaimana jagung popcorn yang meletup saat dimasak namun nikmat saat disantap.. Juga dengan harapan hasil letupan pemikirannya bisa menjadi cemilan renyah menemani perjalanan hidup kita yang kadang terjal, kadang landai bagai tumpukan jerawat dianak SMA yang puber dan alay..</p>
<p>Rekan-rekan sesama Homo Sapiens, pernahkah dikau berandai-andai tidak dilahirkan menjadi manusia seperti sekarang ini? Dan lebih memilih untuk dilahirkan menjadi lalat, cacing, onta, atau keledai..? Gue yakin pasti gak ada yang berandai seperti itu, tetap kita bakalan milih dilahirkan sebagai manusia. Kalaupun ada yang memilih untuk dilahirnya menjadi cicak, kemungkinan besar ia sudah / sedang stress tingkat tinggi.. Yang bahkan mati pun lebih asoi bagi dia dari pada menanggung kesemrawutan hidup penuh duka penuh luka.. (-sesuai prespektif dia).<span id="more-291"></span></p>
<p>Nah, mengapa oh mengapa dikau, dia, kakanda, adinda, dan gue lebih memilih tetap menjadi manusia..? Gue mungkin bisa menjawab secara serampangan sederhananya seperti ini ; <em>karena kita lebih suka menjadi manusia, dibandingkan menjadi hewan. Manusia banyak memiliki hal yang tidak bisa dilakukan oleh hewan, dan hewan memiliki kemampuan dibawah kemampuan manusia. Khususnya kemampuan otak untuk berfikir secara cemerlang. Dan fitrahnya manusia, adalah tidak ingin menjadi orang yang lemah, apalagi turun derajat menjadi sebangsa hewan.</em></p>
<p>Yah.. tentu aja kita gak mau hidup kayak kambing. Tiap hari keliling-keliling cari rumput. Kalau gak ada kerjaan cuma bisa ngembeek, bengong, atau neduh dibawah pohon. Dan pas idul adha, atau pas mpok hindun mau bikin kari kambing atau tongseng, maka sebangsa kambing-bandot-domba lah yang jadi sasaran penjagalan manusia.. naas!.</p>
<p>Bedanya dengan manusia. Manusia memiliki anugerah yang gak dimiliki oleh hewan manapun, yaitu anugerah akal. Dengan akalnya manusia bisa membaca, internetan, atau berorganisasi. Dengan akalnya itulah pula manusia dapat berfikir mengenai apapun dialam raya ini. Ia bisa memikirkan mengenai hakikat hidupnya yang sebenarnya, dapat memikirkan mengenai proses berlangsungnya alam raya, memikirkan dan memahami bagaimana wujud cair air dapat membeku, sebuah algoritma dalam perangkat lunak komputer, hingga penyakit batu ginjal dan penanganannya.</p>
<p>Sedangkan sejenis binatang, jangankan untuk memikirkan sistem ekonomi kapitalisme yang saat ini sebagai biang kehancuran ekonomi global, memikirkan masa depan pun mereka tidak. itu karena binatang tidak memiliki akal, mereka hanya menggunakan insting untuk bertahan hidup. Saat lapar baru nyari makan, saat merasa terancam baru siaga, saat mules baru gali lobang buat boker.. atau saat besok ujian baru malamnya belajar.. <em>Uppss!</em></p>
<p>Namun, dibalik anugerah akal yang dimiliki manusia, sebenarnya manusia juga harus menanggung konsekuensinya. Dengan akal yang dimiilikinya, akhirnya manusia dapat membuat pilihan-pilihan dalam hidupnya, pilihan bertingkah laku, pilihan berkata, pilihan bertindak, termasuk pilihan untuk berkeyakinan. Konsekuensi yang harus ditanggung manusia, adalah mempertanggung jawabkan segala pilihannya itu sesuai standar Sang Pencipta, Allah swt. Kalau ternyata pilihan yang ia ambil ternyata tidak memiliki kesesuaian dengan aturan yang sudah digariskan Allah, -dan malahan menyimpang, maka manusia mendapatkan dosa atas pilihannya itu. Sebaliknya jika pilihan yang kita putuskan adalah pilihan yang tidak menyimpang dari aturanNya, bahkan klop dengan syariatNya maka hadiahlah pahala bagi kita.</p>
<p>Pertanyaanya, dari mana kita tahu itu semua (?)</p>
<p>Tentu dari sumber-sumber aturan islam; Al qur’an dan As sunnah. Melalui the MOGSAW (Messenger Of God Shalallahu ‘alaihi Wa ssalam) Muhammad, yang mencontohkan dan menyampaikan dalam bentuk lisan, perbuatan, dan perilakunya berabad-abad silam. Dan hingga kini milyaran umat islam meyakininya. Karena memang sumber-sumber itu tak terbantahkan kebenaran dan kevalidannya.</p>
<p>Kemudian dari sumber-sumber aturan islam itu lah terpaparkan seluruhnya, mulai dari aturan yang mencakup hubungan antara manusia dengan Tuhannya, manusia dengan dirinya sendiri, dan juga interaksi manusia dengan manusia lainnya. Mulai dari kewajiban meyakini perkara-perkara ghaib yang diperintahkan, hingga perbuatan nyata yang harus dilakukan.</p>
<p>Seorang mukmin dengan keyakinan islamnya yang kuat, ia pasti akan sangat meyakini adanya Allah, malaikat-malaikat, hari pembalasan, hingga kahidupan akhirat (surga  &amp; neraka). Bahkan mukmin sangat yakin atas adanya surga walaupun mereka belum pernah kesana. Dan saking yakinnya, kalau ditanya mau masuk surga apa enggak, pasti semuanya bakalan jawab dengan yakin ; <em>mau!</em>. Kalaupun kita tanya lagi, <em>“Yakin nih..?”</em>, pasti mereka jawab lantang <em>“Haqqul Yaqin!”,</em> kalau coba tanya lagi.. <em>“beneran..? Sumpeh lu..?”,</em> bagi yang gak sabar dengan pertanyaan konyol itu pasti kamu bakalan digetok atau ditinggalkan.. karena menanyakan sesuatu yang gak wajar bagi pandangan si mukmin.</p>
<p>Sama halnya dengan neraka. Pasti mukmin sangat yakin atas keberadaanya dan meyakini pula para pendosa semacam perampok bengis, pembunuh berdarah dingin, pencuri jemuran, dan pensodomi anak sekolahan bakalan dicemplungkan kesana -jika mereka gak bertaubat. Mereka yakin betul! Bahkan gak pernah ada seorang mukmin yang dengan kurang ajarnya berani mengatakan dengan lantang, <em>“Beneran deh! Sumpah gue lebih memilih masuk neraka ajaaa!!!!”</em>. Gak pernah..kan?! Mukmin pasti bakalan takut ngomong begitu. Walau mereka pun sebenarnya semumur-umur belum pernah masuk keneraka..</p>
<p>Hebat. Itulah keyakinan. <em>They believe in something that can not seen by eyes!</em> Umat islam itu melihat dengan keyakinannya.. Dan itu melampaui kehidupan dunia.</p>
<p>Sangad inginnya seorang islam masuk surga merupakan sesuatu yang wajar. Begitu pula ketiidak sudi-an muslim masuk neraka, juga hal yang wajar-wajar aja.. Karena kewajaran mereka dibangun dari sebuah keyakinan yang kokoh akan adanya keduanya itu.</p>
<p>Sebagaimana kita yakin bahwa yang namanya api dikompor itu panas, tentu sampai kapanpun kita gak bakal mau memasukkan tangan kita keatas jilatan api yang panas dan membakar. Gak bakalan mau, walau lauk dikosanmu sudah gak ada lagi, pasti kamu gak bakalan kepikiran untuk memanggang tangan dijadikan santapan.. dan itu memang wajar bung..! Yang gak wajar justru yang sudah yakin bahwa api itu panas, tapi tetap mau mencemplungkan dirinya ke kobaran api. Palingan, yang berani melakukan itu adalah orang-orang yang biasa melakukan atraksi sirkus atau debus. Para <em>debusser,</em> berani memainkan api dan melakukan atraksi unik menggunakan api walau resikonya adalah terbakar.</p>
<p>Namun <em>beiybeh..!</em> Sadar gak sadar dizaman sekarang orang-orang yang bermain debus semakin banyak kita liat. Bahkan dikampus gue pun banyak loh..</p>
<p>Ya, mereka misalnya cewek-cewek yang dengan beraninya memperlihatkan aurat asoi mereka ditempat umum sehingga menjadi konsumsi siapapun. Bukankah itu debus juga <em>men</em>.. Yoa! Soalnya mereka sudah berani mengambil resiko terjilat api neraka.. Bukankah menutup aurat merupakan sebuah kewajiban. Dan bahkan melanggar perintah itu diganjar dengan dosa yang bisa cemplungkan kita keneraka..</p>
<p>Atau orang-orang yang pada asyik pacaran, ikhtilat, hubungan gak jelas diluar ikatan pernikahan. Mondar-mandir ‘atraksi’ berduaan dimana-mana, bahkan mungkin ketempat sepi. Bukankah itu debus juga <em>brur</em>..!?  Soalnya mereka berani mengambil resiko terbakar dengan api neraka, melanggar perintah-Nya, karna berani mendekati zina..</p>
<p>Atau orang-orang yang dengan entengnya menjadikan riba hal biasa. Makan harta riba, bahkan menjadikan sumber nafkah dengan bisnis-bisnis funding ribawi zaman sekarang. Bukankah itu juga debus level jaringan bung..?! Buset dah padahal jelas di Al qur’an banyak larangan dan makian terhadap orang yang dengan entengnya memakan harta riba, terlibat dengan riba, juga mengajak orang berbisnis riba..</p>
<p>Gitu juga yang suka mabok-mabokan, asik ngisap cimeng, narkobaan. Saat mereka sedang asik nengguk Jack Daniel, Pil Koplo, ataupun miras racikan cap murahan, sebenarnya mereka sedang memasukkan api neraka ke lambung mereka. Debus! yang realisasi terbakarnya diakhirat kelak dineraka..</p>
<p>Dan juga jenis debus yang lainnya. Yang parahnya ‘debus’ begitu sudah menjadi hal biasa dimata kaum urban sekarang. Berbagai perilaku kemaksiatan tersebut semakin banyak orang melakukannya, sehingga dianggap wajar bagi kebanyakan orang. Padahal, seharusnya kalau kita yakin itu perbuatan maksiat, justru melakukannya adalah sesuatu yang gak wajar. Melanggar nurani, yang selama ini dibentuk melalui peroses keyakinan.</p>
<p>Wajar gak wajar itu sebuah pandangan. Pandangan tentu dibentuk dari keyakinan.. Kalau udah bener-benar yakin islam itu bener. Ya udah jalanin aja, jangan banyak alasan untuk menunda pelaksanaannya. Jangan banyak alasan untuk melakukan kemaksiatannya, seolah-olah kalau melakukan kemaksiatannya itu wajar.</p>
<p>Ya gak?!</p>
<p>Yah.. makanya kalau suatu saat ada banci bohai, paling cantik, pake <em>make up</em> kinclong, pakai maskara paling mahal, ditambah rok mini paling seksi, terus ngajak gue kencan.., dengan mantab gue bakalan jawab tantangannya, <em>“Maaf deh.. saya gak mau main debus sama situ. Udah resikonya api neraka, tertusuk pedang anggar pula..! “</em></p>
<p>Wajarkan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>[01032012, jam 14.47wita]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akbarlaksana.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akbarlaksana.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akbarlaksana.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akbarlaksana.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akbarlaksana.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akbarlaksana.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akbarlaksana.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akbarlaksana.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akbarlaksana.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akbarlaksana.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akbarlaksana.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akbarlaksana.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akbarlaksana.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akbarlaksana.wordpress.com/291/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=291&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akbarlaksana.wordpress.com/2012/04/01/gak-mau-debus-itu-wajar-beibeh-popcornzine-12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2012/04/debussss.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">debussss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Everyday is Motherday</title>
		<link>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/12/22/everyday-is-motherday/</link>
		<comments>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/12/22/everyday-is-motherday/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 09:02:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AkbarLaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai Gue]]></category>
		<category><![CDATA[cerita jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[POPCORN]]></category>
		<category><![CDATA[mother]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[hari ibu]]></category>
		<category><![CDATA[berbakti]]></category>
		<category><![CDATA[everyday]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akbarlaksana.wordpress.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Everyday is Motherday &#160; Entah kenapa beberapa hari yang lalu gue cekikikan sendiri saat tiba-tiba ingat kebandelan zaman SMP dulu. Saat itu gue membuat tulisan tempel yang isinya begini, “Sebod*h-bod*hnya orang terbod*h adalah yang mau sempat-sempatnya baca tulisan ini apalagi pake ketawa-ketawa sendiri!” Eitss.. tulisan itu bukanlah untuk membuat dikau marah baca artikel ini. Tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=274&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><strong>Everyday is Motherday</strong></h1>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><a href="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/12/ibu-dan-si-jihad-laksana.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-275" title="ibu dan si jihad laksana" src="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/12/ibu-dan-si-jihad-laksana.jpg?w=300&#038;h=217" alt="" width="300" height="217" /></a></p>
<p>Entah kenapa beberapa hari yang lalu gue cekikikan sendiri saat tiba-tiba ingat kebandelan zaman SMP dulu. Saat itu gue membuat tulisan tempel yang isinya begini, <strong><em>“Sebod*h-bod*hnya orang terbod*h adalah yang mau sempat-sempatnya baca tulisan ini apalagi pake ketawa-ketawa sendiri!”</em></strong></p>
<p><em>Eitss..</em> tulisan itu bukanlah untuk membuat dikau marah baca artikel ini. Tapi itulah tulisan yang gue bikin saat SMP dulu, dan dengan sengaja menempelkannya di papan tulis belakang kelas –yang niatnya cuman iseng bikin heboh kelas. Ketika ada yang baca, dia pasti awalnya mau tau, terus nyengir, kemudian sewot.. Hehehe entah kenapa gue bisa bahagia saat orang ketipu baca tulisan itu. Standar bahagia yang parah saat remaja. Ckckc..</p>
<p>Namun, apa yang terjadi jamaah sekalian?!!<span id="more-274"></span></p>
<p>Ya! Tak lama setelah tulisan itu gue tempelkan, dan memakan korban puluhan ribu orang (lebay..). Tibalah dimana ruangan kelas dimasuki oleh ibu guru pengajar bahasa Indonesia. Ibu guru yang masih gue ingat rupa wajahnya, namun (durhakanya) gue terlupa nama beliau, itu kemudian jalan-jalan keliling kelas sambil ngajar.</p>
<p>Tibalah sampai manuver beliau dibagian belakang kelas. Goncangan jiwa gue semakin berdisko. Degupan jantung mengalir deras, denyut nadi berdegup keras. Tulisan di papan tulis belum gue cabut! Bahaya!.</p>
<p>Dan benar sodari sodari! Benar!  Beliau –<em>yang semoga atas kesabaran dan jasanya mendidik muridnya yang bengal ini dilimpahkan sorga bintang tujuh kepadanya</em>- membaca tulisan gue, dan diam terpaku beberapa saat menatap papan tulis di belakang kelas itu.</p>
<p>Kemudian dengan menahan marah dipucat wajahnya, ibu guru berkata <em>“Siapa yang nulis tulisan ini..?”</em>. Gue gak bisa apapapapapa lagi, kawan-kawan dikelas tertawa dan memandang kearah kegantengan gue. Gue harus pasrah menerima kegantengan ini, dan mengakuinya kepada ibu guru.. <em>“Ulun bu..</em> (translate : <em>“Saya bu”</em>)”.</p>
<p>Kemudian ibu guru bahasa Indonesia itupun berbicara dalam bahasa Indonesia, (yang rasanya begini), <em>“Orang itu dilihat dari perkataannya dan tulisannya, dia akan menunjukan jati dirinya dari itu..”.</em> Kemudian ia maju kedepan kelas,  melanjutkan pengajaran, dan..Ya gitu aja.</p>
<p>Beliau gak ngelempar gue pake pot bunga. Gak nyuruh gue ngepel lapangan basket. Gak nyuruh gue push up sejuta kali. Walau gue tau tulisan itu pasti menyabik-nyabik harga diri siapapun yang membacanya. Malah gue yang malu, dan kemudian mencabut tulisan itu, dan (rasanya) gak mengulangi itu lagi sampai saat ini.</p>
<p>Kelam.</p>
<p>***</p>
<p>Tiba-tiba seorang ustadz cilik siswa SMP pemenang lomba da’i cilik yang diadakan di kampungnya naik keatas podium menyampaikan tausiahnya ;</p>
<p>“Hadirin rahimakumullah.. Setiap manusia pasti memiliki potensi hebat dan kreatif, tinggal bagaimana dia menyuguhkannya dalam bentuk seperti apa. Seperti cerita anak berandalan diatas yang tidak patut dicontoh itu, menunjukan kepada kita semua bahwa potensi kreatif, ide kreatif dan kecerdasan nya membuat untaian kata yang anugerahkan dari Alloh kepada dia, malah digunakan dalam aktivitas yang negatif dan sia-sia..</p>
<p>Yah.. banyak sekali sebenarnya kasus-kasus lainnya yang sering kita dengar selama ini. Para maling laptop di kampus kakak saya yang menggunakan modus sholat di mesjid yang begitu tak terkira, kasus pembobol ATM yang dengan inteleknya mengandalkan kemajuan teknologi, teknik penipuan menggunakan hipnotis, sampai cybercrime yang dilakukan cracker (Black Hacker) di dunia internet.. MasyaAlloh.. sungguh sangat banyak sekali..!</p>
<p>Ada persamaan diantara kasus itu semua. Yaitu potensi, kemampuan, kreatifitas berusaha yang seharusnya bisa digunakan untuk menunjang berbuat kebaikan malah di salah gunakan untuk bermaksiat, melakukan kejahatan..</p>
<p>Mengapa? Oh mengapa tidak malah digunakan untuk melipat gandakan pahala, atau melancarkan datangnya rezeki secara halal?!</p>
<p>Namun pertanyaan lainnya, mengapa? Oh mengapa si Akbar ini malah bikin tulisan mengenai guru di momen hari ibu..? Bukankah hari ini tanggal 22 desember merupakan hari ibu?</p>
<p><em>“Kenapa dek ustadz..?”</em> seorang penonton nyeletuk.</p>
<p>Mau tau jawabanya? Mau tau? Mau tau? Mau tau?</p>
<p>Kita lanjutkan di paragraf bawah berikut ini..”</p>
<p>***</p>
<p>Episode lainnya gue ingat disaat momen masih SMP kelas tiga beberapa juta detik sebelum UAN diadakan, dimana gemuruh jantung siswa-siswa kelas tiga saat itu seperti degup jantung syahrini saat menyambut David Beckham yang tiba di Indonesia.</p>
<p>Disaat mata pelajaran Agama Islam, Pak Ardi (Alhamdulillah ingat namanya), seorang guru yang gue kagumi karena kebijaksanaan dan ketegasannya menyampaikan sesuatu di kelas. Beliau menyampaikan kalau ingin dimudahkan melalui permasalahan (UAN) salah satu caranya ialah meminta ridha orangtua kita. Termasuk guru kita, dan doakan mereka, juga minta maaflah kepada mereka.</p>
<p>Saat itu sekali lagi gue merasa ditonjok tepat di dada, menohok. Selama itu kerjaan gue dan kawan-kawan adalah suka nyambatin guru-guru, suka tidak sopan, dan suka ngumpat cekikikan bikin cerita-cerita buruk guru-guru di sekolah. Saat itulah dengan waktu yang tersisa gue rubah tingkah laku terhadap para guru, gak lagi ngumpat, meminta maaf dan ridha kepada satu-satu guru, dan juga gak lupa  mendoakan disetiap kesempatan. Alhamdulillah saat UAN, diberikan keringanan sama Allah dan hasil yang memuaskan.</p>
<p>Sesuatu banged..</p>
<p>Kenapa ditulisan ini gue jadi ingat ibu-bapak guru saat SMP dulu, gue juga gak tau. Tulisan ini mengalir begitu saja. Paling tidak gue cuman ingin mengingatkan tidak harus di hari guru lah kita mengenang jasa-jasa guru kita. Dan juga, tidak harus di hari ini saja (hari ibu) kita mengenang jasa ibu kita. Karena seharusnya itu dilakukan setiap hari, setiap saat kita mengingat mengenang dan berusaha menyenangkan guru dan ibu kita. Sebagaimana mereka memberikan pengajaran setiap harinya tanpa lelah dan tanpa benci (walau kadang kita berikan perlakukan yang menyakiti hati mereka) dan tanpa menagih balasan, ikhlas untuk kita.</p>
<p>Sangat kurang ajar kita, kalau memfokuskan dengan cukup satu hari saja memberikan waktu untuk momen kasih sayang kepada ibu, sedangkan sang ibu menyayangi anaknya sepanjang waktu sepanjang detik, setiap mikro detik..</p>
<p>Sangat durhakanya kita, saat Rasulullah saja mengatakan bahwa surga berada ditelapak kaki ibu, namun kita masih suka melawan berbagai perintahnya, nasihatnya -yang sebenarnya untuk kebaikan kita..</p>
<p>Sangat tidak pantasnya kita, melawan dan menyanggah ibu padahal berabad-abad yang lalu Yang Mulia Muhammad saw. telah memperingatkan kalau mengatakan “Ah..!” saja sudah merupakan dosa terhadap ibu kita..</p>
<p>Sangat memalukannya kita, kalau hanya menjadikan satu hari dalam satu tahun sebagai hari ibu sedangkan, saat ditanyakan siapakah sosok yang harus dihormati didunia ini, Rasulullah sampai mengatakan berkali kali untuk menjawabnya : ibundamu, ibundamu, ibundamu..</p>
<p>Maka.., luapkanlah haru pada ibunda. Sampaikanlah terimakasih atas hari-harinya yang berat untuk membesarkan dan merawat kita, berikanlah persembahan terbaik -untuk paling tidak menyenangkan hatinya, karena kita yakin takkan mampu sampai kapanpun membalaskan keseluruhan jasanya pada kita..</p>
<p>Dan jangan pernah tertinggal dalam kesempatan do’a untuk menyembut nama ibunda, memohon kepada Sang Kuasa memberikan segala kebaikan kepada ia..</p>
<p>Sebagaimana doa yang diajarkan oleh ibu sewaktu kecil, gue akan selalu menyertakan doa yang pernah diajarkan beliau tersebut,</p>
<p>“<em>Allaahummaghfir lii wa liwaalidayya warhamhumma kamaa rabbayaanii shaghiiraa..” </em>(Ya Allah ampunilah dosa aku dan kedua orangtua ku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka mengasihiku sewaktu kecil..)</p>
<p>Amin.</p>
<p><strong><em>(15.46 wita, Selesai aat adzan ashar di hari ibu 22-12-2011)</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akbarlaksana.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akbarlaksana.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akbarlaksana.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akbarlaksana.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akbarlaksana.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akbarlaksana.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akbarlaksana.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akbarlaksana.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akbarlaksana.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akbarlaksana.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akbarlaksana.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akbarlaksana.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akbarlaksana.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akbarlaksana.wordpress.com/274/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=274&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/12/22/everyday-is-motherday/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/12/ibu-dan-si-jihad-laksana.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ibu dan si jihad laksana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Germo Riba (POPCORNzine #10)</title>
		<link>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/10/14/germo-riba-popcornzine-10/</link>
		<comments>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/10/14/germo-riba-popcornzine-10/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 00:06:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AkbarLaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[POPCORN]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[germo]]></category>
		<category><![CDATA[riba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akbarlaksana.wordpress.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Germo Riba! &#160; Desshiing!!!! (ceritanya bunyi peluru melesat!, gue udah milih bunyi ini sebagai backsound kemunculan POPCORNzine, ibaratnya pelurunya ketembak dan menancap dikepala pembacanya.. maksudnya biar melekat gitu..) Kalau gak salah beberapa bulan yang lalu, buka buka facebook dan ada yang share link sebuah berita yang sangad sangad sangad menggenaskan. Beritanya tentang sepasang kekasih yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=265&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><strong>Germo Riba!</strong></h1>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/10/main-saham.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-266" title="main-saham" src="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/10/main-saham.jpg?w=300&#038;h=236" alt="" width="300" height="236" /></a></p>
<p><em>Desshiing!!!! </em>(ceritanya bunyi peluru melesat!, gue udah milih bunyi ini sebagai backsound kemunculan POPCORNzine, ibaratnya pelurunya ketembak dan menancap dikepala pembacanya.. maksudnya biar melekat gitu..)</p>
<p>Kalau gak salah beberapa bulan yang lalu, buka buka facebook dan ada yang share link sebuah berita yang sangad sangad sangad menggenaskan. Beritanya tentang sepasang kekasih yang melakukan zina di bulan Ramadhan dan ternyata mereka (maaf) gak bisa ‘copot’ selama beberapa hari.</p>
<p>Namun kemudian karena kondisi tubuh keduanya yang semakin buruk akhirnya pihak keluarga gak bisa menyembunyikan aib tersebut lagi dan kemudian membawa mereka ke Rumah Sakit, sayangnya saat perjalanan ke RS itulah keduanya meninggal, dan akhirnya kedapatan oleh para wartawan yang berhasil meliput kejadian laknat tersebut..</p>
<p><em>Na’udzubillahi mindzalik!</em></p>
<p>***</p>
<p>Kalau yang ini baru hari sabtu kemarin di minggu pertama Oktober 2011,</p>
<p>Didalam <em>Meeting Room</em> sebuah perusahaan yang begitu sejuk dengan hembusan Air Conditioner..</p>
<p>Sambil menghisap sebatang rokok kemudian dia melanjutkan tawarannya pada gue,</p>
<p><em>“Gaji tertinggi di kantor wilayah Banjarmasin ini aja sebulannya 409 juta loh mas..! Kira kira tercukupi gak kalau gaji segitu..? Saya aja yang komisi perbulannya rata-rata 10-18 juta sangat tercukupi mas..”<span id="more-265"></span></em></p>
<p>Saat itu gue hanya melawan tatapan interviewnya ke gue sambil menghembuskan nafas.. Bukan, bukan karena gue terkesima apalagi bangga dipilih dan diajak menjadi karyawan di perusahaan broker saham tersebut, tapi gelisah gue ini lebih karena jijik dengan ajakannya menjadi germo riba yang mengajak orang berlumuran dosa riba.</p>
<p>Dia yang ternyata memperlihatkan KTP dan umurnya dua tahun lebih muda dari gue itu melanjutkan,</p>
<p><em>“Mas.. terus terang aja ya, saya sarjana mas. Tapi sarjana S1 saya cuma beli mas.. gampang pake uang. Hampir tiap malam saya dugem mas. Yah.. tiga malam seminggu lah saya dugem sama kawan-kawan saya, tapi pake duit saya sendiri mas. Nih.. beli Blackberry, Iphone, rumah, LCD TV, mobil, saya gak pake duit orang tua mas.. bahkan saya lagi nabung mas buat berangkatin orangtua saya umrah, gimana perasaan orangtua kita kalau kita sudah bisa beli macam-macam sendiri..?”</em></p>
<p><em>“Kerjaannya cari nasabah supaya mau transaksi investasi di bursa saham perusahaan gitu..?”</em> Gue tanya lagi lebih detil, walaupun gue udah ngerti jenis perusahaan begini.</p>
<p><em>“Ya mas!, kita tinggal cari orang-orang kaya yang bersedia investasi ratusan juta diperusahaan kita, dan kemudian kita dapat komisi jutaan juga. Gampang mas nanti kita training dua bulan dulu dengan gaji awal 500 ribu, baru nanti dipersilahkan cari nasabah. Satu nasabah aja kita dapat perbulan kemungkinan bisa sepuluh juta gaji kita mas, apalagi bisa dapat dua,tiga, bahkan lima nasabah..!” </em>dengan bersemangatnya lelaki berbadan gempal itu mengagitasi gue.</p>
<p>Gue pura pura culun, <em>“Yah.. sebanding sih kerjaannya, cari nasabah yang mau transaksi ratusan juta kita kecipratan juga jutaan rupiah, tapi dilepas gitu aja mas cari nasabahnya..?”</em></p>
<p><em>“Ya enggak lah mas, kita difasilitasi kantor, nanti ada telepon rekam, mobil, ruang meeting, dll.. Ya anggap aja nasabah itu pacar mas.. Sama aja kan.. Coba deh, sebelum kenalan sama pacar, kita pasti kenalan dulu, sama nasabah juga, habis itu pedekate sama pacar, nah sama nasabah juga.. sudah cukup dekat, kita nembak pacar kita ya kan..? nah sama nasabah juga, kita tawarkan bisnis ini..? kalau udah ada hubungan gitu, sama kayak cewe kita kan mas.. mau ditidurin juga mereka gak nolak kan..? Sama! nasabah juga mas mau diajak transaksi juga gak nolak lagi.. Soalnya mereka udah percaya…! Saya udah ngelewatin semua itu mas.. gampang..”</em></p>
<p>Gue pura-pura mau,<em> “Tapi saya masih kuliah mas, perusahaan bisa memahami gak..?”</em></p>
<p><em>“Yah iyalah mas.. tenang aja tapi asal mas mau bolak-balik Banjarbaru-Banjarmasin buat ngantor. Ya menurut saya dibandingin kerja dipukulin capek-capek  dapat 10 juta, mending kerja gini kan mas.. santai dapat 10 juta juga..” </em>dia menutup omongannya dengan senyuman khas broker yang meyakinkan nasabah. Terlihat memang sudah pengalaman sekali..</p>
<p>Di dalam pikiran gue berkecamuk berbagai pikiran. Meronta-ronta bermacam perasaan. ibarat jagung popcorn yang sedang dimasak dalam panci, meletup-letup karena kepanasan. Gue pun akhirnya pulang kembali menuju Banjarbaru untuk mengkalibrasi jiwa dan pikiran.</p>
<p>***</p>
<p>Ditengah perjalanan pulang sebuah gerobak bakso rebah disenggol mobil. Gue lihat seluruh baksonya tumpah diaspal jalan A Yani Banjarmasin saat itu. Paman bakso terlihat sedih meringis karena dagangannya siang ini yang mulai mau dijajakannya habis sudah tumpah berantakan. Miris.. gue gak membayangkan kalau gue kerja seperti itu, mampukah..?</p>
<p>Di pinggiran jalan lagi, sesosok tua yang berjalan kaki ditengah panas terlihat kelelahan. Bapak tua yang mungkin sudah lanjut usia sehingga lebih pantas disebut kakek itu menjajakan poster ditengah terik. Ya Allah.. di zaman internet mudah mendapatkan foto idola dan klub sepak bola ini, siapa lagi yang  bakal beli poster. Posternya dijual dengan harga 2 ribuan.. untungnya paling gak seberapa dibandingkan usaha beliau menyusuri jalan yang demikian gersang penuh pekat debu kendaraan.</p>
<p>Mendekati Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru gue kembali ditayangkan sebuah perjuangan mencari sesuap nasi dan semangkuk intan kehidupan.. Seorang kuli angkut terduduk lemas sambil diiringin tawa antara mereka, memucat muka mereka, saat tak kuasa menahan lelah harus mengangkut pipa gorong-gorong jalan yang demikian besar ditengah matahari yang sedang beraksi menyinari bumi. Ditengah para broker saham mungkin sedang asik asik nya ngobrol dengan para nasabah mereka di lounge atau café sambil meneguk mochacino atau espresso..</p>
<p>Gue kembali mencapai titik kulminasi perenungan. Apa yang salah dari kerja keras yang terlihat ‘rendahan’ tersebut kalau ternyata halal..? Namun apa yang bisa dibenarkan dari kerja yang gampang dan terlihat ‘mewah’ namun ternyata haram..? Apa yang akan terjadi pada tubuh kita dan keluarga kita yang ternyata mengkonsumsi makanan dari nafkah yang haram..? ….</p>
<p><em>“Hoooekk!!!!”</em> Umar bin Khatab muntah, mungkin begitulah bunyinya.</p>
<p>Umar muntah bukan karena ia mabok udara saat naik arena halilintar di Dufan. Bukan. Namun ia sengaja muntah tatkala mengetahui makanan yang baru ia konsumsi ternyata adalah makanan yang diperoleh dari cara yang haram. Ia tak ingin makanan haram tersebut menjadi bagian tubuhnya, setelah jelas mendengar peringatan Rasulullah, yang intinya <em>“Setiap daging yang ditumbuhkan dari makanan haram, maka api neraka lebih berhak (membakar) atas daging itu..”</em></p>
<p>Umar muntah karena keimanan dia terhadap islam, bagaimana dengan muntah kita wahai alay alay sedunia..?</p>
<p>***</p>
<p>Loncat lagi keperadaban dimana alay-isme menjadi sebuah style yang wajar bagi seorang remaja menuju tahapan pendewasaan dirinya..</p>
<p>Seorang anak muda itu tidak terlihat seperti ustadz. Pakaiannya bukan baju koko’, peci, baju gamis, bahkan sorban. Dia hanya menggunakan sweater kaos dan celana jeans, ditengah teman nongkrongnya ia membuka sebuah diskusi, <em>“Sebanyak-banyaknya keuntungan materi dunia yang bakal kita peroleh kalau memperolehnya dengan cara riba itu adalah haram. Dan walau seiprit-ipritnya pun harta yang kita konsumsi kalau itu juga harta riba, itu juga haram..!</em></p>
<p><em>Umat islam sekarang itu kebanyakan tidak konsisten untuk taat. Kenapa kita jijik dan enggan memakan babi, anjing,dan  juga tai kucing..? karena kita memahami memakan itu tadi adalah haram. Kenapa kita menyumpah benci pada perbuatan zina dan pelacuran..? karena kita telah diterangkan dalam nash nash syara’ kalau itu adalah perbuatan dosa.. Namun kenapa kita tidak jijik terhadap riba sebagaimana kita jijik memakan babi dan anjing..? kenapa kita tidak benci terhadap riba sebagaimana kita melaknat peraktik pelacuran..?!  Bukankah riba dan zina sama-sama dosa besar. Bukankah riba dan babi sama-sama diharamkan dalam Al Qur’an..? </em><strong><em>(1</em></strong><em></em></p>
<p>Pemuda itu bukan sedang marah, ia hanya menyampaikan secara tegas dan membara. Teman-temannya saat itu pun tidak merasa digurui, karena mereka sadar apa yang disampaikan sahabatnya tersebut hanyalah hal yang jelas dan telah diketahui lama oleh siapa saja yang mengkaji islam.</p>
<p>Pemuda itu berkata seperti itu bukan karena mengawang mencari topik dalam perbincangan, namun ia menyampaikan pada seluruh temannya setelah ia menemukan sebuah hadist dalam sebuah artikel yang dibacanya dan membuat ia merinding.. :</p>
<p align="center"><em>&#8220;Riba itu mempunyai 73 macam. Sedangkan (dosa) yang paling ringan (dari macam-macam riba tersebut) adalah seperti seseorang yang menikahi (menzinai) ibu kandungnya sendiri&#8230;&#8221;</em> <strong>(2</strong></p>
<p><em>Na’udzubillahi mindzalik! </em>[]<em></em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Catatan kaki kaka kukunya kaku kaku :</strong></p>
<p>1)       <strong>Coba ingat dalam surah Al Baqarah : 275 </strong>,<em>&#8220;Mereka berkata (berpendapat bahwa) sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba; padahal Allah telah menghalal­kan jual beli dan telah mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepada mereka larangan tersebut dari Rabbnya lalu berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya (dipungut) pada waktu dulu (se­belum datangnya larang ini) dan urusannya (terserah) Allah. Sedangkan bagi orang-orang yang mengulangi (meng­ambil riba), maka orang-orang tersebut adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Atau cek perkataan Rasulullah deh,</strong><em> “Apabila zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, maka rakyat di negeri itu sama saja telah menghalalkan dirinya untuk menerima azab Allah.” </em>(HR. Ath Thabrani, Al Hakim dari Ibnu Abbas, dalam kitab Fathul Kabir jilid I hal. 132)</p>
<p><strong>Atau Sabda Rasululullah SAW,</strong> <em>&#8220;Akan datang kepada umat ini suatu masa nanti ketika orang-orang menghalalkan riba dengan alasan: aspek perda­gangan&#8221;</em> (HR Ibnu Bathah, dari Al &#8216;Auzai)</p>
<p><strong>Kalau belum puas ingat peringatan ini deh,</strong><em> &#8220;Satu dirham yang diperoleh oleh seseorang dari (perbuatan) riba lebih besar dosanya 36 kali daripadaperbuatan zina di dalam Islam (setelah masuk Islam)&#8221;</em> (HR Al Baihaqy, dari Anas bin Malik).</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Masih belum takut? Lihat nih,</strong><em> &#8220;Bila muncul perzinaan dan berbagai jenis dan bentuk riba di suatu kampung, maka benar-benar orang sudah meng­abaikan (tak perduli) sama sekali terhadap siksa dari Allah yang akan menimpa mereka (pada suatu saat nanti)&#8221;</em> (HR Thabrani, Al Hakim, dan Ibnu Abbas; Lihat Yusuf An Nabahani, Fath Al Kabir, Jilid I, halaman 132).</p>
<p><strong>Kalau masih belum <em>keder</em> juga, gue turunkan Elias Pical. Gak takut karena Bung Pical udah tua..? bagaimana dengan Tessy Kabul..?! </strong><strong>J</strong><strong></strong></p>
<p><strong>2)       </strong><strong>Hadist Riwayat Ibnu Majah, hadits No.2275; dan Al Hakim, Jilid II halaman 37; dari Ibnu Mas&#8217;ud, dengan sanad yang shahih</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akbarlaksana.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akbarlaksana.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akbarlaksana.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akbarlaksana.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akbarlaksana.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akbarlaksana.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akbarlaksana.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akbarlaksana.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akbarlaksana.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akbarlaksana.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akbarlaksana.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akbarlaksana.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akbarlaksana.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akbarlaksana.wordpress.com/265/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=265&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/10/14/germo-riba-popcornzine-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/10/main-saham.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">main-saham</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WAW! Rok Mini..!</title>
		<link>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/10/03/waw-rok-mini/</link>
		<comments>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/10/03/waw-rok-mini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 15:11:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AkbarLaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[POPCORN]]></category>
		<category><![CDATA[cewek rok]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[rok mini]]></category>
		<category><![CDATA[seksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akbarlaksana.wordpress.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[WAW! Rok Mini..!   “..Dari UNLAM juga nih..!” Tegur Mentri Lingkungan Hidup, Prof.Gt.Muhammad Hatta sambil menunjuk emblem lambang UNLAM di baju himpunan mahasiswa gue. “..Ya pak..” jawab gue spontan tegas karena terkejut ditegur Pak Hatta. “Fakultas apa..?” “MIPA pak..” Kemudian Pak Hatta berlalu sambil tersenyum karena kelihatannya sedang buru-buru menuju mushola, diiringi dengan ajudan dibelakangnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=257&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><strong>WAW! Rok Mini..!</strong></h1>
<p><em> </em></p>
<p><a href="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/10/ankot01.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-260" title="Ankot01" src="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/10/ankot01.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><em>“..Dari UNLAM juga nih..!”</em> Tegur Mentri Lingkungan Hidup, Prof.Gt.Muhammad Hatta sambil menunjuk emblem lambang UNLAM di baju himpunan mahasiswa gue.</p>
<p><em>“..Ya pak..”</em> jawab gue spontan tegas karena terkejut ditegur Pak Hatta.</p>
<p><em>“Fakultas apa..?”</em></p>
<p><em>“MIPA pak..”</em></p>
<p>Kemudian Pak Hatta berlalu sambil tersenyum karena kelihatannya sedang buru-buru menuju mushola, diiringi dengan ajudan dibelakangnya yang menatap gue dengan muka berak, mungkin ngira gua gelandangan yang terlantar 35km dari kosannya.</p>
<p>Tapi sayangnya saat itu beliau gak tau..</p>
<p>Gak tahu kalau saat itu gue lagi puyeng kehilangan kunci motor sekaligus kunci kosan ditempat magang..!</p>
<p>***<span id="more-257"></span></p>
<p>Singkat cerita, setelah penantian panjang menanti kunci yang hilang disore hari itu gue hentikan. Sudah lebih dari dua jam muter-muter kantor tempat magang, kunci motor gue gak ketemu-ketemu juga. Dengan sedikit keterpaksaan gue putuskan untuk pulang balik dari Banjarmasin ke kosan gue di Banjarbaru naik angkot lintas kota, sekalian nostalgia lah.. udah bertahun-tahun rasanya gue gak ngerasaain asoy nya naik angkot.</p>
<p>Singkat cerita lagi, gue pun sudah bersiap dalam adegan sebagai penumpang yang duduk manis didalam angkot menuju Banjarbaru, saat itu rasanya udah jam setengah enaman sore. Tiba tiba sutradara tegas berkata..</p>
<p><em>“Camera Rolling.. Action!”</em></p>
<p>Baiklah adegan dimulai..</p>
<p>Gue duduk manis didekat pintu mobil bagian belakang, kenapa? Mungkin karena masuknya belakangan. Soalnya pas gue masuk, si sopir memutuskan untuk langsung jalan, gak nunggu lagi penumpang. Gue duduk saat itu sambil megangin helm. Helm gue sengaja gue bawa jadi kalau besok mau jemput motor udah ada helmnya, lagi pula kalau motornya sekaligus gue angkut naik angkot bakalan gak muat..</p>
<p>Pada saat itu kondisi mobil penuh sesak penumpang. Rasanya sampai 10 orang lebih. Gue jadi ingat tragedi kecelakaan mobil Saipul Jamil, yang katanya mobilnya kelebihan muatan karena penumpangnya penuh dan kecelakaan guling guling dijalanan.. dan istrinya Saipul Jamil yang saat itu posisi duduknya  dipinggir pintu meninggal dunia karena tergencet. Lah.. gue saat ini dalam angkot juga dipinggir pintu..? bagaimana dong..? bagaimana..?!</p>
<p>Ah biar aja lah.. lagi pula kalau gue meninggal Mas Saipul Jamil juga gak bakalan sedih ditinggalin gue.. Mas Saipul kan belum tentu sayang sama akika..</p>
<p>Tapi sodari sodari!  yang masalah dalam cerita ini adalah angkot gue saat itu bukan menjadi angkot horror yang ceritanya jadi mobil kelabu dalam film-film kecelakaan semacam Final Destination. Bukan! tapi malahan jadi angkot porno kayak berita pemerkosaan karyawati diangkot jakarta beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>Kenapa? Jujur aja yah.. didalam angkot itu terdiri dari beraneka ragam jenis. Ada cewe ada cowo. Dan bermacam kategori umur, ada nenek nenek, bapak-bapak, pria dewasa dan seorang pemuda keren yang nenteng nenteng helm didalam angkot.. dan yang masalah didalam angkot itu juga ada karyawati-karyawati cantik yang memakai rok mini.. dan ini beneran! Beneran mini..! mini semini mininya sampai sampai saat mereka duduk jadi semakin mini.. (bro bro.. cukup gak usah dibayangin.. gue gak mau POPCORNzine jadi selebaran mesum..)</p>
<p>Itu terbukti saat gue buka pintu angkot pas mau masuk. Pemandangan <em>waw!</em> itu terlihat secara terpaksa.. (hehe). Dan pemandangan <em>waw! </em>itu akhirnya tersangkut di memory kepala bujangan gue dan ternyata menggangu system otak untuk berfikir kembali jernih..</p>
<p>Untung aja gue masih punya urat malu dan tau diri, gak ngelirik-ngelirik ke wilayah <em>waw!</em> tersebut walaupun kesempatan itu memang tersedia (hehe). Awalnya gue takut kalau orangnya nanti marah, dan kemudian niatan itu berhasil berubah menjadi kesadaran; kalau gue tewas dalam mobil kali ini mau ngomong apa gue sama malaikat karena ketangkap basah gue lagi melotot mesum ke wilayah <em>waw!</em> Itu, dan itu adalah aktivitas terakhir gue.. dicambuk cambuk deh gue..</p>
<p>Saat itu entah kenapa pikiran gue jadi pingin cepet punya bini. Dan gue pun akhirnya merasakan jangan jangan ini yang dirasakan sama pemerkosa pemerkosa karyawati rok mini di dalam angkot itu. Siapa yang tahan coba.. apalagi sebegini dekatnya. Wajar naluri berkembang biak lelaki menjadi semakin bangkit dan mengaung ngaung kayak serigala yang jempol kakinya kejepit pintu. Kalau gak tahan, dan gak sadar kalau itu perbuatan dosa, bisa jadi gue terdaftar masuk dalam anggota partai pemerkosa divisi angkot cabang Kota Banjarbaru.</p>
<p>Untuk mententramkan pikiran, gue setel Sony Walkman dan mencari cari lagu jadulnya Jamrud  kemudian karokean dalam hati “Tuhaan tolooong cuci ootak kuu dari pikiraan cabuul..”</p>
<p>Akhirnya gue coba pedekate dengan mbak-mbak rok mini itu,  <em>“Mbak.., mbak merasa nyaman gak kalau tubuhnya dilihat lelaki dengan tatapan kebinatangan, bukan malah ditatap dengan tatapan kekaguman..?”</em></p>
<p>Mbak pertama yang pake baju kantoran berwarna biru gelap terhenyak saat lagi asik memainkan BBnya. <em>“Ya enggak lah..! siapa sih yang merasa  nyaman dilecehkan..”</em></p>
<p><em>“Kalau di mall atau kantor kadang mbak suka merasa dilecehkan gak, merasa ditelanjangi dengan tatapan?”</em></p>
<p><em>“Iya sih mas, jujur merasa gak nyaman juga.. soalnya yang namanya lelaki hampir sama aja sih..”</em> jawab mbak kedua yang pakai baju kemeja putih dan rok mini hitam sambil tertawa.</p>
<p><em>“Iya bener mbak makanya saya dari dulu gak mau sama yang namanya lelaki..! “</em> jawab gue menanggapi gak nyambung. Kemudian gue nanya lagi, <em>“Eh Mbak.. kenapa sih gak nutup aurat aja sekalian..? maksudnya menggunakan jilbab..?”</em></p>
<p>Mereka berduapun tertawa, <em>“ha..ha..ha.. pengennya sih mas.. masalahnya belum dapat hidayah kali ya mas..”</em></p>
<p><em>“Hmm.. hidayah itu kan bukan sesuatu yang merasuk dalam tubuh tiba-tiba kayak orang kesurupan. Hidayah itukan petunjuk, dan petunjuk itu telah ada. Mbak baca Al Qur’an kan..”</em></p>
<p><em>“Ya..”</em> jawab mbak pertama mulai menatap serius.</p>
<p><em>“Qur’an itu lah petunjuk! Mbak melihat alam semesta dan merasakan kebasaranNya..?”</em></p>
<p><em>“Ya..” </em>mereka berfikir.</p>
<p><em>“Alam semesta itu juga petunjuk. Mbak memiliki akal untuk berfikir dan melakukan perenungan?”</em></p>
<p><em>“Tentu”</em></p>
<p><em>“Dan akalpun adalah petunjuk. Lantas, bagaimana bisa kita mengatakan belum mendapat hidayah atau petunjuk sementara petunjuk itu becahaya-cahaya menerangi diri Mbak..? Bagaimana mungkin mbak yang cantik ini mengatakan belum mendapatkan petunjuk sementara Mbak memiliki Al Qur’an yang mulia, Mbak memiliki petunjuk mengenai alam semesta, dan mbak memiliki akal untuk memikirkan dan merenungi perintah Allah yang tertera didalam Al Qur’an”</em></p>
<p>Gue menghela nafas singkat.. <em>“Mbak.. petunjuk itu sudah ada dihadapan kita.. Tinggal mbak memilih, mau meniti jalan yang telah disinari petunjuk illahi atau jalan yang pekat dalam kegelapan. Pilihan ada ditangan Anda.. Mbak.”</em></p>
<p>Tiba tiba gerbang UNLAM Banjarbaru sudah terlihat. Gue minta secara paksa agar sopir mengentikan mobil, dan gue turun disana untuk segera ke Masjid kampus mencari pinjaman motor menuju kost. Gue tinggalkan kedua mbak rok mini tersebut dengan kontemplasi yang bergejolak dikepala mereka. <em>Biarin..</em></p>
<p>***</p>
<p>Gue jadi ingat saat Gubernur DKI Fauzi Bowo menanggapi maraknya pemerkosaan pada penumpang angkot yang memakai rok mini, dan mengeluarkan statement kalau yang salah itu juga pemakai rok mininya, dan dia mengecam perempuan agar tidak memakai rok mini.. eh malah dia yang di demo dan dikecam balik sama sekelompok perempuan pembela rok mini.. <em>“Bukan otak kami yang salah, tapi otak kalian yang mini..! Kendalikan nafsumu, bukan kendalikan pakaianku..! My Rok Mini, My Right..!”</em> monyong monyong mereka teriak yel yel saat aksi di bundaran HI Jakarta.</p>
<p>Hati hati loh kalau sekelompok pemerkosa dan pengintip isi rok mini juga turun aksi ke jalan unjuk rasa bikin yel yel<em>, “Rok Mini hak wanita.. tapi ngintip isi rok mini juga hak kami..! jangan hanya salahkan nafsu kami, juga salahkan kesempatan yang datang pada kami..! Kendalikan pakaianmu, karena kami berniat memperkosamu..!”</em></p>
<p><em>Wehehe..</em></p>
<p>Tapi tenanglah.. gue bukan termasuk diantara para pemerkosa, juga bukan termasuk diantara pembela rok mini itu. Karena jujur gue sampai saat ini belum pernah pakai rok mini.. #apamaksudnyanih?</p>
<p>Sederhana saja sebenarnya.. Bagaimana angka pemerkosaan akan turun kalau rok Anda semakin naik..? Dan benar! Lihat saja fakta data rata rata dalam satu jam ada berapa pemerkosaan terjadi dimuka bumi..? ada 28 pemerkosaan! Dan pesan gue, walau suatu saat merkosa orang, merkosa cewe, merkosa cowo, bahkan merkosa bencong menjadi tren dimuka bumi ini. Maka lebih baik engkau jangan ikutan. Dosa bro dosa..! []</p>
<p>03092011 09.30wita</p>
<p><em>dijambret dari :</em> <a href="http://popcornzine.wordpress.com/2011/10/05/waw-rok-mini-8/">http://popcornzine.wordpress.com/2011/10/05/waw-rok-mini-8/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akbarlaksana.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akbarlaksana.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akbarlaksana.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akbarlaksana.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akbarlaksana.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akbarlaksana.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akbarlaksana.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akbarlaksana.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akbarlaksana.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akbarlaksana.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akbarlaksana.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akbarlaksana.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akbarlaksana.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akbarlaksana.wordpress.com/257/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=257&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/10/03/waw-rok-mini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/10/ankot01.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Ankot01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Monster Dalam Diri..</title>
		<link>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/08/20/250/</link>
		<comments>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/08/20/250/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Aug 2011 14:18:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AkbarLaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[monster]]></category>
		<category><![CDATA[muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[senandung]]></category>
		<category><![CDATA[ungkapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akbarlaksana.wordpress.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Monster Dalam Diri… Sesuatu yang fitrah apabila diaplikasikan dengan salah dapat membuahkan fitnah..  Entah kenapa akhir-akhir ini sangat sulit sekali untuk bersabar.. walau akhirnya saya tetap bertahan sampai saat ini untuk tidak meledakkan emosi yang meluap-luap dalam diri. Saya memang berwatak keras dan emosional. Sejak kecil sudah biasa berkelahi dengan banyak kawan. Sudah biasa gebak-gebuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=250&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><strong>Monster Dalam Diri…</strong></h1>
<p align="center"><em>Sesuatu yang fitrah apabila diaplikasikan dengan salah dapat membuahkan fitnah..</em></p>
<p align="center"><a href="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/08/anekaaneka-background-friendster_html_8a59d19.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-254" title="anekaaneka-background-friendster_html_8a59d19" src="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/08/anekaaneka-background-friendster_html_8a59d19.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><em> </em>Entah kenapa akhir-akhir ini sangat sulit sekali untuk bersabar.. walau akhirnya saya tetap bertahan sampai saat ini untuk tidak meledakkan emosi yang meluap-luap dalam diri.</p>
<p>Saya memang berwatak keras dan emosional. Sejak kecil sudah biasa berkelahi dengan banyak kawan. Sudah biasa gebak-gebuk menyelesaikan masalah layaknya kaum barbar. Hingga bedan memar sudah menjadi aksesoris tubuh, sehingga percaya-tidak percaya rasa pukulan itu menjadi tidak terlalu sakit saat itu saya rasakan. Mungkin sama halnya dengan seseorang yang biasa berada digurun, dan tersengat matahari tak lagi mengeluh walau badannya penuh peluh..</p>
<p>Bukan untuk menyombongkan diri, karena tak ada yang patut disombongkan dari pengalaman berbuat salah. Tak pantas kita berbangga ria disaat kita melanggar perintah Sang Kuasa.. tak pantas seseorang nyengir kuda, sedangkan dibibirnya tersisa <em>khamr</em> minuman neraka..<span id="more-250"></span></p>
<p>Suatu ketika saya pernah terlontar kata tak senonoh ditengah emosi yang pelik, suatu ketika pula saya pernah membentak saat kesabaran tak lagi terkontrol. Memang saat meluapkan nya ada rasa menenangkan sedikit kegalauan hati yang sedang panas. Memang lega, layaknya melepaskan kentut dengan rileks luar biasa tak tahu malu ditengah orang banyak yang sedang menikmati makan.</p>
<p>Disisi lainnya juga, pasti kita merasa bersalah dan berdosa saat terlanjur reaksi pelampiasan (emosi) itu kita luapkan sebarangan. Kita merasa tak pantas saat ungkapan yang kita harap menunjukan diri kita yang sedang kesal dan butuh pengertian, malah mendapati diri kita menjadi objek yang dibenci atas kelalaian sikap kita. <em>‘saya sedang menunjukan kegalauan.. mengharap pengertian bukan ejekan..’</em> mungkin itu jerit hati kita. Tapi itu juga kesalahan kita, karena kita tak bisa serta merta mewajibkan orang harus berempati atas segala perbuatan kita..</p>
<p>Pernah, saat mengendarai sepeda motor dalam kondisi lelah, pikiran membuncah, dan energi telah terkuras terperah, ditengah perjalanan tiba-tiba disalip serampangan oleh orang yang tengah berpacaran berpelukan. Sudah mereka tidak memakai helm, naik motornya membahayakan, menyalip tanpa berfikir dulu keselamatan dia dan disalip, tertawa cekikikan menganggap dunia hanya milik mereka berdua.. <em>yah</em>..saya hanya bisa mengeluh.</p>
<p>Pikiran saya saat itu hanyalah ide beringas yang muncul saat monster dalam diri mengamuk. Pingin sekali rasanya membalab mereka dan menendang mereka sampai jatuh terjerembab. Kemudian tertawa licik dan berteriak sumpah serakah kemudian kabur tanpa rasa bersalah.</p>
<p>Namun, <em>oh.</em>.<em> semesta</em> sungguh bukankah perbuatan itu sangat tercela..? sungguh perbuatan menyalurkan hasrat kebinatangan tersebut sejatinya tak memberikan kedamaian bagi saya, yang ada mungkin kepuasan sementara diliputi rasa bersalah yang meletup bunyi dalam hati nurani yang berbicara..</p>
<p>Saya yakin banyak diantara para pengejar surga, pemburu pahala, dan loper kebenaran adalah orang-orang yang tak luput dari rasa ingin untuk melakukan kemaksiatan. Bahkan bisa jadi ada diantaranya yang tak kuat untuk melakukan sebuah kebrengsekan, saat rasa sakit hati meledak-ledak dibenaknya maupun nafsu memberingas dalam dirinya,.. contohnya ya saya.</p>
<p>Sering kali saya dan beberapa sahabat bercakap penuh kepolosan saat saling mengutarakan kisah jujur masing-masing. Mulai dari keinginan ikut-ikutan pacaran, mencemplungkan diri kebisnis ribawi, jalan-jalan kelokalisasi, sampai keinginan menempeleng bahkan membunuh orang yang bagi kami memang harus dimusnahkan dari muka bumi.. <em>seram bukan..?! </em></p>
<p>Syukurnya semua itu hanya terbatas pada sebuah kata ‘ingin’ yang kami tambahkan dengan kalimat ‘seandainya dihalalkan’.. Kami memang ingin. Namun masih lebih ingin selalu mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Karena kami yakin seyakin-yakinnya islam bukanlah agama yang mengekang pelampiasan naluri seorang hamba. Namun islam adalah mengatur bagaimana cara melampiaskannya, agar segala kebaikan dapat tercurah kembali pada yang mentaatinya.</p>
<p>Siapapun kita pasti memiliki monster dalam diri yang suatu waktu berontak untuk memaksa melakukan pelecehan kebenaran dengan melampiaskan nafsu setan. Siapa pun pernah merasakan pemberontakan jiwa tersebut.. Namun tidak semua mampu untuk menahan, seraya membangun bendungan kesabaran juga kesadaran bahwa tindakan tersebut tiada pantas untuk diterapkan.</p>
<p>Kesadaran dalam melakukan segala perbuatan adalah penting bagi kita seorang yang beriman. Bagaimana seonggok kesadaran diri sebagai hamba yang diciptakan oleh Sang Kuasa, harus mampu menuntun setiap detik langkah aktivitas hanya berpatokan pada garis hukum syara’ yang telah ditetapkan-Nya. Tak ada penyelewengan, tak ada berani penentangan. Karena segala keselamatan diakhirat kelak sungguh ditentukan pada apa yang telah diperbuat. Sebutir pelanggaran akan bersaksi dan menuntut pertanggung jawaban diakhirat..</p>
<p>Monster dalam diri setiap individu bisa dianggap sebagai musibah, namun pula sebenarnya adalah fitrah. Monster dalam diri setiap kita juga sebenarnya adalah potensi. Potensi yang berharga jika mampu digunakan untuk mendukung aktivitas diri. Mendukung aktivitas diri mengukir prestasi khususnya dalam memompa semangat dan nafsu menyebarkan cahaya illahi.</p>
<p>Marahmu bukan lagi menjadi api yang merajalela membuta menghanguskan, namun berubah menjadi layaknya api yang menghangatkan dan mampu digunakan untuk mengubah bahan mentah menjadi makanan –jika digunakan secara benar. Tangismu menjadi mutiara jika dikeluarkan untuk merenungi dan bermuhasabah, namun justru menjadi cela jika dikeluarkan sia-sia. Bencimu menjadi halal jika diletakkan untuk membenci kemaksiatan yang mewabah, namun menjadi musibah jika diwujudkan untuk membenci seruan taqwa. Senangmu pun menjadi pahala jika diungkapkan untuk mensyukuri karunia, namun menjadi petaka jika mensenangi zina maupun riba.. Dan iri mu pula menjadi pelecut pahala jika teletak dihati untuk iri pada perbuatan taqwa, bukan larut iri pada kekayaan harta buta belaka..</p>
<h1 style="text-align:center;">وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ</h1>
<p align="center"><em>&#8220;Telah kami tunjukkan kepadanya dua jalan hidup (baik dan buruk)&#8221;</em> <strong>(Al-Balaad 10).</strong></p>
<h1 style="text-align:center;">فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا</h1>
<p align="center"><em>&#8220;lalu memberikan kepada jiwa manusia potensi untuk mengerjakan yang maksiat dan yang taqwa&#8221;</em><strong>(Asy-Syams 8).</strong></p>
<p>Pertanyaannya bukan mampukah kita meredam marah saat dicela maupun dihina, bukan pula bisakah kita menahan tangis saat hati menjerit. Namun mampukah kita mengendalikan kemunculan emosi itu dalam diri, bukan sebaliknya emosi dalam diri tersebut yang malah mengendalikan kita.., serta membutakan kita hingga lupa kepada garis syara’.. Karena bagaimanapun pilihan ada ditangan kita, dan pertanggung jawaban akan ditimpakan pada diri kita, maka berhati-hatilah semua dari kita.. (!!!)</p>
<h1 style="text-align:center;">كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ</h1>
<p align="center"><em>&#8220;Setiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya&#8221; </em><strong>(Al-Mudatstsir 38).</strong></p>
<p>[PLM,19-08-2011]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akbarlaksana.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akbarlaksana.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akbarlaksana.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akbarlaksana.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akbarlaksana.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akbarlaksana.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akbarlaksana.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akbarlaksana.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akbarlaksana.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akbarlaksana.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akbarlaksana.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akbarlaksana.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akbarlaksana.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akbarlaksana.wordpress.com/250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=250&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/08/20/250/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/08/anekaaneka-background-friendster_html_8a59d19.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">anekaaneka-background-friendster_html_8a59d19</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidden Power (Mungkin POPCORNzine #07)</title>
		<link>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/08/14/hidden-power-mungkin-popcornzine-07/</link>
		<comments>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/08/14/hidden-power-mungkin-popcornzine-07/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Aug 2011 23:12:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AkbarLaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel renyah]]></category>
		<category><![CDATA[POPCORN]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[gandhi]]></category>
		<category><![CDATA[hidden]]></category>
		<category><![CDATA[inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[power]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akbarlaksana.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Hidden Power Lama tak bersua. Kemana gerangan POPCORNzine imut-imut yang biasanya nampang di mading, meja, kursi, bahkan dibak sampah kampus dengan judul-judul serampangannya..? Mati kah ia. Oooh pasti semua yang pernah mengenalnya dan membacanya pasti kan menyanggah tidak. Karena POPCORNzine memang sudah mati sejak ia dilahirkan. Merupakan takdir bagi selebaran butut tersebut menjadi benda mati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=241&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><strong>Hidden Power</strong></h1>
<p><a href="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/08/hemingway.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-242" title="hemingway" src="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/08/hemingway.jpg?w=338&#038;h=219" alt="" width="338" height="219" /></a></p>
<p>Lama tak bersua. Kemana gerangan POPCORNzine imut-imut yang biasanya nampang di mading, meja, kursi, bahkan dibak sampah kampus dengan judul-judul serampangannya..?</p>
<p>Mati kah ia. Oooh pasti semua yang pernah mengenalnya dan membacanya pasti kan menyanggah tidak. Karena POPCORNzine memang sudah mati sejak ia dilahirkan. Merupakan takdir bagi selebaran butut tersebut menjadi benda mati yang digunakan penulisnya sebagai sarana memuntahkan berbagai pemikiran yang mungkin sesak ia pendam sendiri, yang mungkin akan lebih berwarna dunia baginya kalau ia mampu membagi..</p>
<p>Serorang lelaki tua itu terduduk termenung seorang diri. Pandangan matanya yang kabur diarahkan menghadap cakrawala langit yang kelabu. Ia megidap gundah gulana yang bergejolak, seolah terdapat bom C4 pada dirinya yang kini membunyi melekik tiap detiknya menunggu waktu meledak. Oh.. seandainya ia mampu untuk sebentar membuka laptop dan mengakses internet, maka perasaan yang saat ini tren dikatakan galau itu akan tersampaikan pada dunia.. akan ia kabarkan pada semesta maya,  bahwa sebuah cerita muram mengalun tentang dirinya..</p>
<p>Seperti halnya komedi gue pun muncul tiba-tiba.. <em>tring!<span id="more-241"></span></em></p>
<p>“maaf bung.. bisa duduk disamping Anda..?” sapa gue sopan sambir nyegir kuda.</p>
<p>“Maaf silahkan saja, tapi siapa Anda wahai lelaki tak jelas..?” sambil tetap memandang langit ia membalas sapa.</p>
<p>“Oh panggil aja saya VJ Daniel..”</p>
<p>“Wah siapa VJ Daniel toh mas..?”</p>
<p>“VJ Daniel itu sahabatnya Noam Chomsky, Noam Chomsky itu bukan orang sumedang dan dia juga gak kenal sama Bunda Dorce, Tapi Saya kenal kok siapa Dorce, siapa Noam Chomsky..”</p>
<p>“apa sih&#8230;mas ini.. saya ini udah bingung malah ditambah bingung..”</p>
<p>Feeling gue mengatakan bahwa inilah kesempatan! Inilah kesempatan menjadi seorang konsultan gadungan, karena  kata seorang Morce (Dorce gadungan) ‘kesempatan itu tak datang dua kali.. tapi bisa tiga kali, empat kali, dan banyak kali.. namun kalau bisa dikesempatan pertama. Kenapa tidak..? ‘</p>
<p>Gue pun mulai bersungut-sungut. “eeng.. kira-kira apa yang bisa saya bantu yah pak..?”</p>
<p>“Gini mas, saya masih merasa kecewa dan juga bahagia tentang kejadian yang pernah saya lewati beberapa tahun dahulu..” bapak itu memulai kisah, gue pun menyiapkan POPCORN buat kami berdua.</p>
<p>“Loh kejadian apa pak.. kayaknya menarik..?”</p>
<p>“kejadian itu saat saya berumur 16 tahun… [<em>ceritanya tema adegan menjadi hitam putih</em>]</p>
<p>..saat tinggal bersama orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakak saya, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh dari pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Makanya  saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop..”</p>
<p>“Oh bapak ini orangAfrika toh..?”</p>
<p>“Bukan mas saya asli India loh.. jangan ganggu dulu deh.. saya kan masih cerita..</p>
<p>Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantar beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Tentu saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Mengetahui bahwa saya akan berangkat ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang diperlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti nyervis mobil di bengkel.</p>
<p>Pagi itu, sampai di tempat konferensi, ayah berkata<em>, “Tunggulah kau disini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama.” </em>Saya segera menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan. Kemudian, saya pergi ke bioskop. Saat itu, saya benar-benar kagum dengan dua film yang dimainkan oleh John Mayne sehingga lupa waktu. Dan saat saya melihat ke jam, betapa terkejutnya saya karena Begitu melihat jarum jam telah menunjukkan pukul 5.30 sore..!”</p>
<p>“Opp dulu pak.. nih makan POPCORN dulu mumpung masih hangat..” tawar gue.</p>
<p>“Oh iya makasih. Enak yah beli dimana..?”</p>
<p>“Di bioskop yang diceritakan bapak tadi kan.. pas bapak cerita lagi nonton di bioskop saya sempatkan beli POPCORN..”</p>
<p>“Oohh.. pantesan rasanya pernah ngerasain gituh..”</p>
<p>“Eh gimana tadi ceritanya pak..? katanya udah kaget tadi gimana.. terlambat gimana tadi pak..?”</p>
<p>“Oh iya! Gara-gara kamu sih..!</p>
<p>..Saya pun segera berlari menuju bengkel mobil, buru-buru menjemput ayah.  Saat itu hampir pukul 6.</p>
<p>Dengan gelisah ayah menanyai saya, <em>“Kenapa kau terlambat?”</em></p>
<p>Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John wayne sehingga saya menjawab, “Tadi mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu.”</p>
<p>Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu sebelumnya. Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong.</p>
<p>Ayah pun berkata<em>, “Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kamu sehingga kamu tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik.”</em></p>
<p>Lalu, dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata.</p>
<p>Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama setengah jam saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau. Melihat penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena  kebohongan bodoh yang saya lakukan, maka Sejak itu saya tidak pernah berbohong lagi.</p>
<p>Seringkali saya merenungi kejadian itu dan merasa heran. Seandainya ayah menghukum saya seperti kita menghukum anak-anak kita, apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran? Saya kira tidak. Saya mungkin akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa-kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa-kekerasan” Tutup bapak itu.</p>
<p>Gue pun terperanjat dengan kisah sang bapak tadi. Mukanya yang diawal gue temui tampak muram tampak kusut kini terlihat cerah secerah lampu petromax disiang hari. Gue pikir doi bakalan merentet cerita gerundung masalah, tapi ternyata malah memberikan inspirasi luar biasa.</p>
<p>“Wuih.. bapaknya bapak hebat sekali dalam mendidik bapak ya..?” ucap gue berbelit-belit.</p>
<p>“itulah pelajaran berharga yang diwariskannya ke saya. Sebuah kekuatan tanpa kekerasan..”</p>
<p>“Ngomong-ngomong nama bapak siapa ya..? biar kalo saya masukan ceritanya nanti di POPCORN zine semuanya bisa tau..”</p>
<p>“Idih genit deh nanya-nanya nama saya.. nama saya Dr. Arun Ghandi, cucunya Mahatma Gandhi .”</p>
<p><em>Tring!</em> Tiba-tiba Dr.Arun Ghandi menghilang dalam sekejap. Kayaknya kembali ke kampung halamannya di India. Ah biarlah.. lagi pula halaman zine ini tak cukup untuk menambah cerita konyol gue dan si Doktor india..</p>
<p>Kekuatan tanpa kekerasan..? Menurut gue itu lebih pada konsep perubahan yang diawali dari menyentuh akal, dan mencolek hati. Memberi pendidikan menawan yang membentuk pola pikir, dan mengelus emosi, tanpa melukai.</p>
<p>Dan jauh sebelum Gandhi’s Family menerapkannya, Sungguh seorang Muhammad saw.telah mengimplementasikan saat diawal dakwah di kota Mekkah.. Tahapan mencerdaskan manusia, melawan kemaksiatan dengan <em>laa madiyah</em> tanpa kekerasan. Yang uniknya justru sikap melawan tanpa kekerasan beliau malah membuahkan kekuatan besar yang mampu menakjubkan dunia dengan mendirikan sebuah Daulah dikota Madinah. Yang berikutnya terangkum dalam rentetan sejarah kekuatan itu mampu mencerahkan dunia dan seisinya dengan sebuah sumber kekuatan taqwa..</p>
<p>Gue jadi ingat sebuah  pepatah unik; “Anda mungkin bisa memaksa menggiring seekor keledai ke pinggir sungai. Namun, percayalah. Anda tidak akan bisa memaksanya untuk minum..”</p>
<p>[]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akbarlaksana.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akbarlaksana.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akbarlaksana.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akbarlaksana.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akbarlaksana.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akbarlaksana.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akbarlaksana.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akbarlaksana.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akbarlaksana.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akbarlaksana.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akbarlaksana.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akbarlaksana.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akbarlaksana.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akbarlaksana.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=241&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/08/14/hidden-power-mungkin-popcornzine-07/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/08/hemingway.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hemingway</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“Kawinin kakak ku..” (Sambungan Perfect Thurt) POPCORN edisi 6 ½</title>
		<link>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/08/14/%e2%80%9ckawinin-kakak-ku-%e2%80%9d-sambungan-perfect-thurt-popcorn-edisi-6-%c2%bd/</link>
		<comments>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/08/14/%e2%80%9ckawinin-kakak-ku-%e2%80%9d-sambungan-perfect-thurt-popcorn-edisi-6-%c2%bd/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Aug 2011 08:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AkbarLaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel renyah]]></category>
		<category><![CDATA[Esai Gue]]></category>
		<category><![CDATA[POPCORN]]></category>
		<category><![CDATA[kawin]]></category>
		<category><![CDATA[paradigma]]></category>
		<category><![CDATA[presepsi]]></category>
		<category><![CDATA[salah sangka]]></category>
		<category><![CDATA[sms]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akbarlaksana.wordpress.com/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[“Kawinin kakak ku..”  (POPCORN edisi 6 ½ ..? iya emangnya kenapa. Inikan selebaran suka-suka. Jadi nomor edisinya juga suka-suka. Lagi pula edisi kali ini masih sepupuan sama edisi enam kemarin kok..) Hari itu begitu terik, namun panasnya tak menyengat kulit, dikarenakan gue asik berteduh dibawah tenda yang sengaja dipasang diatas tribun S3.3 Stadion 17 Mei [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=230&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><strong>“Kawinin kakak ku..” </strong></h1>
<p align="center"><a href="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/08/kaget.png"><br />
</a>(<em></em><em>POPCORN edisi 6 ½ ..? iya emangnya kenapa. Inikan selebaran suka-suka. Jadi nomor edisinya juga suka-suka. Lagi pula edisi kali ini masih sepupuan sama edisi enam kemarin kok..)</em></p>
<p align="center"><a href="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/08/kaget.png"><img title="kaget" src="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/08/kaget.png?w=300&#038;h=202" alt="" width="300" height="202" /></a></p>
<p>Hari itu begitu terik, namun panasnya tak menyengat kulit, dikarenakan gue asik berteduh dibawah tenda yang sengaja dipasang diatas tribun S3.3 Stadion 17 Mei kala itu. Pelangak-pelongok karena tribun masih belum sesak. Beberapa teman yang bertugas menjadi panitia sedang cihuy dengan tugasnya masing-masing. Sambutan-sambutan dari MC di panggung besar ditangah lapangan membahana membakar suasana bersemangat di pagi hari, dalam sebuah momen Konferensi yang menyedot ribuan masyarakat Kalsel.</p>
<p>Sambil menikmati snack dengan gagah perkasa, tiba-tiba kantong celana bergetar-getar. Sepertinya ada pak POS di dalam HP yang melapor membawa pesan,</p>
<p><strong>[From 082119197xxx : kwni k2 q..]</strong></p>
<p>Waw! Ada apa ini?! Sebuah sms dari nomor yang tidak dikenal, dengan pesan yang begitu menampar : Kawini kakak ku. Emang gue salah apa..? perasaan belum pernah hamilin anak orang. Belum pernah juga koar-koar udah kebelet nikah. Belum pernah pula rasanya bikin masalah sama anak gadis orang. Langsung tengok kanan kiri mencoba mencari apa ada kawan yang lagi ngerjain. Atau cari kamera tersembunyi kalau-kalau lagi masuk acara realityshow.<span id="more-230"></span></p>
<p>Dengan berbagai kontemplasi dikepala, langsung gue balas smsnya dengan senandung yang begitu garing, sebagaimana gue membalas sms dari nomor tak dikenal : ‘siapa ni..?’</p>
<p>Sedetik kemudian sms yang gue kirim belum terbalsakan. Dua detik masih juga, hingga waktu masih berlanjut sampai 10 menit, dan penasaran di kepala tak juga berhenti. Siapa ya? Siapa ya? Berbagai variasi perasaan berganti memainkan pikiran. Mulai dari takut, jangan-jangan gue pernah gak sadar ngamilin anak orang..?!, Sampai berganti perasaan Ge-er, jangan-jangan ada anak yang begitu terpesona dengan kebegitu miripannya gue dengan Brad Pitt sehingga pingin banged kakak perempuannya harus jadi bini gue..? (whehe..)</p>
<p>Lamunan pun tersentak dengan ucapan nyaring salam dari MC. Wah acaranya udah mulai. Stadion pun sudah mulai gemuruh dengan seruan takbir. Dipenuhi kibaran ar raya’ dan al liwa’ yang berjoget ria dimaiankan oleh pengibarnya kekanan kekiri. Membuat nafas menggebu, semangat meronta, minta diuangkapkan dalam bentuk ikut-ikutan berkata..</p>
<p>Gue pun teringat kalau didalam ransel juga tersimpan al liwa. Gue buka, sambil pelangak-pelongok mencari tongkat yang gak kepake. Nihil. Tak berapa lama memutuskan turun dari tribun dan berjalan ke belakang mencari tongkat gak kepake. Ditengah pemburuan tongkat tampilah sesosok Ucup, saat itu dia jadi panitia. Langsung gue tegur -dan karena kita bukan maho jadi gak pake pelukan cipika-cipiki dulu..</p>
<p><em>“Cup ada tongkat nganggur..?”</em></p>
<p><em>“Nah kadada om ae..”</em></p>
<p><em>“kalau ada nanti sms lah.., nanti ku doakan cepat naik haji.. oke?”</em></p>
<p>Setelah itu kami berpisah, tentu bukan untuk selama-lamanya kayak ending cerita Titanic. Lagi pula saat itu adegannya gue gak lagi diatas perahu ditengah samudera, dan Ucup lagi tenggalam sambil beku merana.. Enggak. Yang ada juga Ucup ngeloyor lanjutkan kerja, dan gue ngikih-ngikih sampah di bawah tribun stadion..</p>
<p>Eh ketemu. Kalau ketemu artinya balik ketempat duduk..</p>
<p>Beberapa juta detik kemudian, saat gue lagi asik-asiknya menyaksikan acara sambil menggoyangkan kayu temuan. Seolah pak POS muncul lagi dikantong celana sambil membawa surat… <em>klinting.. klinting..</em></p>
<p>Sms masuk lagi dan ternyata dari nomor misterius yang tadi. Apa isinya sodara-sodara..?!</p>
<p><strong>[From 082119197xxx : tongkatnya gak ketemu masbro..]</strong></p>
<p>Sialun..! tenyata ini nomornya Ucup. Gue pun seperti mendapatkan panduan tafsir, kembali menafsir sms yang pertama menggemparkan tadi. Jadi ternyata ‘<strong>kwni k2 q’ </strong>itu bukannya<strong> ‘kawini kakak ku..’ </strong>Tapi artinya <strong>‘kawanin kakak ku..’ </strong>kapteeennn..!</p>
<p>Pasalnya gue baru ingat kalau kakaknya ucup lagi duduk dengan posisi pas dibelakang gue. Karena datang sendiri, makanya gue diminta menemani. Bukan mengawini. Sekali lagi gue kan bukan maho..</p>
<p>***</p>
<p>Payah deh. Masih soal timpangnya informasi yang mengakibatkan kekeliruan presepsi, dan berpangkal kesalahan pemahaman terhadap sesuatu yang sebenarnya terjadi.</p>
<p>Gue saat itu masih bersikap berlandaskan opini yang salah dari fakta yang sebenarnya menurut maksud isi SMS tersebut. Padahal fakta dan opini itu berbeda. Fakta adalah wujud presentasi yang sebenarnya dari sebuah objek (entah pemikiran ataupun benda). Sedangkan opini adalah bentuk presepsi dari sebuah fakta yang sudah melalui proses berfikir. Jadi sederhananya opini adalah buah dari kegiatan berfikir, sedangkan fakta adalah bahan baku untuk berfikir.</p>
<p>Berfikirpun tak cukup berlandaskan dari sebuah fakta saja. Berfikir memerlukan beberapa komponen agar proses berfikir bisa sempurna. Yaitu fakta, panca indra, otak, dan informasi sebelumnya. Tanpa ke empat komponen tersebut, maka proses berfikir akan tidak sempurna. Dan hasil dari pemikiran kita terhadap objek mungkin akan keliru, bahkan salah. Maka disanalah akar perbedaan pemikiran seseorang dangan orang yang lain. Disanalah sebab kesuksesan analisis pengamat dengan ketimpangan analisis orang lain. Lebih dikarenakan kesempurnaan empat komponen berfikir tersebut, dan kedetilan informasi yag diperoleh untuk melengkapi referensi otak kita bekerja.</p>
<p>Misalnya deh.. kita pingin berfikir mengenai sambal terasi. Dan faktanya sambal terasi itu memang ada di muka bumi karena mpok Hindun diwarungnya menyediakan sambel terasi. Bagi yang pernah berjumpa langsung dengan sambal terasi dan melakukan hubungan langsung, maka akan semakin mengerti pewujudan sambal terasi dibandingkan yang belum sama sekali mencicipinya. Maka pola pikir dia terhadap sambal terasi pasti berbeda dengan orang yang belum pernah ketemu sambal terasi atau sekedar mendengar informasi sambal terasi saja, tanpa berjumpa.</p>
<p>Karena jika indra tubuh tak turut membantu mengantarkan informasi ke otak kita. Lidah gak bergoyang merasakan pedas renyah, mata gak ngeliat kalau warnanya merah maroon, hidung gak mencium aroma udang dan pedas, tangan gak meraba benda lembek-lembek basah.. bagaimana bisa mau mendiskripsikan sambal terasi yang legendaris itu..?. Ditambah gak ada informasi sebelumnya yang mengatakan bahwa sambal terasi itu dibuat dari buah cabai, bawang, garam, dan terasi.. dan terasi itu sebenarnya dari udang yang digiling.. mungkin makhluk planet Mars bakalan mengira sambal terasi itu potongan asteroid encer yang berwarna merah..</p>
<p>Kurang satu komponen saja, maka proses berfikir gak akan sempurna. Coba.., apa yang dipikirkan orang purba kalau ketemu Ipad..? sedangkan dia gak punya informasi sebelumnya mengenai Ipad dari sumber informasi lainnya, -walaupun ia memiliki otak, dan ipad dihadapannya bisa diraba,endus,jilat, dan lihat tetap saja ia akan keliru memahami sebuah Ipad tersebut.</p>
<p>Atau coba bayangkan, suatu ketika kita mendapati sebuah hidangan diatas hotplate, berwarna coklat, berbentuk krim, ditaburi meses ceres, ditambahkan strowbery, dihidangkan dengan garpu dan sendok kecil, diatas meja café, dengan lantunan music jazzy.. kelihatannya nikmat..? <em>Hmmm.</em>. nikmati saja, namun masih merasa tertarikkah dikau jikalau ada yang menjelaskan kalau ternyata benda coklat, berbentuk krim itu hanyalah tahi kucing yang dihias..?!</p>
<p><em>Bleek!</em></p>
<p>Yah.. <em>like that,</em> Itulah kenapa tadi gue salah memahami, karena informasi sebelumnya terhadap sms tersebut belum sampai ke otak gue.. informasi yang menginfokan bahwa sebenarnya terjemahan dari sms itu jauh berbeda dengan terjemahan versi gue. Dan itulah yang dinamakan kegagalan berfikir. Kegagalan yang –kebanyakan- akibat dari kurangnya informasi sebelumnya yang diperoleh dan berpangkal pada berantakannya memproduksi kesimpulan di mesin otak..</p>
<p>Rumit bos..? <em>biarin.</em>.</p>
<p>Entah kenapa gue suka membahas teori berfikir ini. Teori ini sebenarnya sederhana namun mengena untuk menjelaskan hakikat manusia dalam berkontemplasi mencari pembenaran terhadap sesuatu yang ditemuinya. Dan seharusnya sebagai seorang hamba kita mesti menyandarkan paket-paket informasi mengenai suatu fakta objek, hanya pada informasi yang benar dan dibenarkan menurut syara’. Bahkan untuk sesuatu yang sulit terindra seperti sangarnya neraka, indahnya surga dan bohainya bidadari disana kita harus bersandar pada sumber-sumber informasi yang dihadiahkan Sang Pemilik Alam Semesta.</p>
<p>Bukan terkecoh pada bualan gombal pihak-pihak pendusta..</p>
<p><em>Ceileh.</em>. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>[]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akbarlaksana.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akbarlaksana.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akbarlaksana.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akbarlaksana.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akbarlaksana.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akbarlaksana.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akbarlaksana.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akbarlaksana.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akbarlaksana.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akbarlaksana.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akbarlaksana.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akbarlaksana.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akbarlaksana.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akbarlaksana.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=230&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/08/14/%e2%80%9ckawinin-kakak-ku-%e2%80%9d-sambungan-perfect-thurt-popcorn-edisi-6-%c2%bd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/08/kaget.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kaget</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadikan UNLAM sebagai  Universitas Penuh Inovasi</title>
		<link>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/07/21/menjadikan-unlam-sebagai-universitas-penuh-inovasi/</link>
		<comments>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/07/21/menjadikan-unlam-sebagai-universitas-penuh-inovasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2011 12:35:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AkbarLaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini di koran]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[unlam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akbarlaksana.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Menjadikan UNLAM sebagai Universitas Penuh Inovasi Inovator dimasa modern ini telah memberikan beragam inovasi yang membuat kehidupan terasa semakin nyaman. Telah banyak produk inovatif yang disuguhkan dihadapan kita yang mungkin beberapa waktu yang lalu tidak pernah kita pikirkan akan pernah muncul didunia ini. Dahulu mungkin kita tidak pernah membayangkan akan semudah saat ini melakukan chatting [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=208&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"></h1>
<h1 style="text-align:center;"><strong>Menjadikan UNLAM sebagai<br />
Universitas Penuh Inovasi</strong></h1>
<p><a href="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/07/chalkboard_innovation11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-213" title="chalkboard_innovation11" src="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/07/chalkboard_innovation11.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Inovator dimasa modern ini telah memberikan beragam inovasi yang membuat kehidupan terasa semakin nyaman. Telah banyak produk inovatif yang disuguhkan dihadapan kita yang mungkin beberapa waktu yang lalu tidak pernah kita pikirkan akan pernah muncul didunia ini. Dahulu mungkin kita tidak pernah membayangkan akan semudah saat ini melakukan <em>chatting </em>dengan sahabat diseberang samudera melalui fasilitas internet. Atau, menikmati kehandalan smartphone layar sentuh yang lengkap dengan fasilitas GPS nya. Bahkan bisa jadi, beberapa puluh tahun kedepan penduduk bumi dapat menikmati mobil terbang yang melayang diatas jalanan dan mengurangi kemacetan jalan darat.. <em>That’s possible, right?</em></p>
<p>Begitulah inovasi demi inovasi tercipta setiap harinya untuk menunjang kenikmatan hidup manusia. Mulai dari produk elektronik digital, internet banking, mainan anak-anak, hingga kreasi berbagai makanan unik dari bahan sederhana yang disulap menjadi menawan. Hidup memang terus bergerak, dan setiap perusahaan dipacu untuk terus meluncurkan aneka produk baru yang berbeda. Dengan kata lain tanpa inovasi sebuah perusahaan akan jatuh mati dalam arena persaingan bisnis yang semakin panas.</p>
<blockquote><p>Tak hanya dalam dunia bisnis yang menuntut sebuah karya inovatif sebagai peluru dalam setiap pemasaran, dunia organisasi masyarakat, pemerintah, bahkan lingkup ruang pendidikan pun perlu langkah pengembangan inovasi agar dapat menjadi yang terhandal dan terbaik, disamping pula untuk menyesuaikan dengan tuntutan zaman. Seperti sebuah prinsip dalam marketing perusahaan, bahwa sebuah produk atau jasa yang dapat diutamakan penikmatnya paling tidak menjadi yang <em>Be First, Be Better,and Be Different.<span id="more-208"></span></em></p></blockquote>
<p>Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) hingga saat ini adalah sebuah universitas tertua dan terbesar yang menjadi kebanggaan Kalimantan Selatan. Namun sayangnya dalam peringkat kualitas, UNLAM masih dalam jajaran dibawah dari seluruh universitas negri di Indonesia. Apalagi pemberitaan beberapa media belakangan ini, menguak keadaan UNLAM yang penuh dengan berbagai masalah yang pelik seolah menyalakan lampu darurat bahwa UNLAM perlu pembenahan.  Padahal dari potensi yang dimiliki, penulis yakin UNLAM dapat bangkit menjadi kampus yang maju dan melahirkan lulusan-lulusan yang tak kalah kompeten dan sejajar dengan berbagai universitas unggulan.</p>
<p>Pembenahan yang dilakukan untuk membangkitkan UNLAM memerlukan perubahan yang radikal (fundamen) dan menyeluruh. Tak hanya dalam pembaharuan dan penambahan fasilitas ataupun pengajar, namun lebih dari itu UNLAM harus bangkit secara sistemik menjadi perguruan tinggi negeri yang memacu diri dalam beragam inovasi. UNLAM harus memberanikan diri menjadi universitas yang selalu berubah secara dinamis dan massif, bukan lagi menjadi kampus yang selamanya mengekor universitas lain dan merasa puas dengan keadaan sekarang ini.</p>
<p>Paling tidak ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan untuk menjadikan UNLAM sebagai universitas yang penuh inovasi. Dan kedepannya inovasi yang terus diciptakan tersebut secara nyata mendongkrat kualitas UNLAM sebagai universitas yang membanggakan karena kualitasnya. Aspek yang pertama adalah penciptaan iklim inovasi dalam denyut kehidupan universitas. Tentu saja bahwa penciptaan iklim ini tak hanya dapat dilakukan melalui aneka slogan, teriakan orasi mahasiswa, yel-yel kampus atau <em>libs service</em> belaka. Iklim inovasi hanya mampu mekar melalui sistem pengelolaan manajemen yang peduli atas beragam gagasan dari berbagai civitas akademika kampus maupun eksternal.</p>
<p>Gagasan yang bergerak cair yang biasanya muncul dari para professional, pengamat, senat, hingga berbagai kalangan <em>grass root</em> universitas (mahasiswa, karyawan, dll) diusung melalui pola kepemimpinan yang terbuka, betapapun radikalnya gagasan tersebut. Karena dalam kenyataannya pola kepemimpinan yang sangat <em>respect</em> terhadap berbagai inovasi, disebut sebagai faktor kunci bagi mekarnya kreatifitas dilingkup organisasi. Dan tanpa pola kepemimpinan yang empowering dari para pimpinan universitas (dekan ataupun rektor), maka barisan internal kampus yang penuh daya kreatifitas sekalipun, niscaya akan layu dan tenggelam lantaran ide-idenya selalu terbentur dengan tembok birokrasi yang mematikan.</p>
<p>Aspek kedua, adalah adanya visi dan arah yang jelas mengenai strategi universitas menhadapai perkembangan dunia pendidikan masa depan. Tanpa strategi yang jelas, seringkali proses inovatif yang telah dimunculkan hanya akan berputar-putar ditempat tanpa mampu diwujudkan menjadi langkah karya unggul yang meningkatkan kredibelitas dan kualitas universitas. Ibarat sebuah inovasi yang berhasil ditelurkan bahkan ditetaskan menjadi sebuah karya, namun inovator tersebut dan organisasinya bingung hendak dipergunakan seperti apa dan bagaimana agar mampu menunjang organisasinya karena tak memiliki tujuan dan payung strategi yang jelas.</p>
<p>Aspek yang terakhir ialah kepekaan untuk mengantisipasi kebutuhan masa depan universitas maupun untuk memenuhi tuntutan pendidikan masyarakat. Keberhasilan ini harus diawali dari kemampuan mengendus perubahan dalam inovasi global dalam dunia pendidikan, seperti kemajuan teknologi khususnya dalam lingkup perguruan tinggi dan pengembangan konsep pembelajaran yang terpengaruh fasilitas modern seperti e-learning, e-report dan e-library.</p>
<blockquote><p>Dengan begitu sebuah strategi inovasi kampus memang harus selalu berpatokan pada dinamika pengembangan dan kebutuhan pendidikan. Dalam dunia bisnis biasa diutarakan sebagai <em>customer driven innovation strategy.</em></p></blockquote>
<p>Harus diakui, proses yang harus dijalani UNLAM untuk menjadi universitas yang inovatif memanglah tidak mudah, karena dibutuhkan keberanian, energi, upaya yang keras dan juga kreativitas yang terbaik untuk melaksanakan tiga aspek diatas secara optimal. Namun disaat dunia semakin menuju kearah yang semakin modern saat ini mungkin pilihan untuk UNLAM hanya ada dua; terus berinovasi atau tertinggal dibelakang.</p>
<p>Tentu kita mengharapkan UNLAM bangkit menjadi kampus yang terbaik bukan..? [akb]</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Akbar K. Laksana </strong></p>
<p><em>Direktur Utama LAMANGtechno sekaligus Mahasiswa Ilmu Komputer FMIPA UNLAM</em></p>
<p>E : <a href="mailto:akbarkhomeini@gmail.com">akbarkhomeini@gmail.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akbarlaksana.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akbarlaksana.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akbarlaksana.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akbarlaksana.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akbarlaksana.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akbarlaksana.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akbarlaksana.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akbarlaksana.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akbarlaksana.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akbarlaksana.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akbarlaksana.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akbarlaksana.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akbarlaksana.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akbarlaksana.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akbarlaksana.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=208&amp;subd=akbarlaksana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akbarlaksana.wordpress.com/2011/07/21/menjadikan-unlam-sebagai-universitas-penuh-inovasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akbarlaksana.files.wordpress.com/2011/07/chalkboard_innovation11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">chalkboard_innovation11</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
